Jatengpress.com, Magelang – Tiga dari 175 jemaah calon haji (calhaj) Kota Magelang batal berangkat ke Tanah Suci.
Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, satu calhaj laki-laki meninggal sebelum keberamgkatan.
“Sedangkan dua jemaah calhaj lainnya harus menunda keberangkatan karena alasan kesehatan,” terang Catur, di sela pemberangkatan 172 calhaj lainnya.
Sementara itu, 172 calhaj lainnya telah resmi dilepas menuju Asrama Haji di Hotel Ibis-Novotel Embarkasi YIA Kulonprogo.
Rombongan calhaj dilepas oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, dari Masjid Agung Kauman Kota Magelang, Selasa (05/05/2026) dini hari.
Rombongan jamaah calhaj itu tergabung dalam Kloter 11 bersama 179 jemaah dari Kebumen. 4 petugas kloter dan satu Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan, dan satu PHD Bidang Umum, ikut mendampingi.
Adapun jemaah termuda adalah Nayrina Ratu Safira Anfa binti Anfa Luwiyantoro, berusia 19 tahun, warga Perumahan Puri Tirta Mas, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara.
Kemudian, jemaah tertua adalah Soegiarti RS binti Sardi Tjokrowiranoe, berusia 83 tahun, warga Kebondalem II, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara.
Kepada rombongan calhaj, Damar menitipkan sejumlah pesan. Yakni, menjaga nama baik Magelang, menjaga kesehatan fisik dan mental, mematuhi arahan petugas, hingga saling tolong-menolong selama di Tanah Suci.
“Tunjukkan bahwa jamaah calon haji asal Kota Magelang adalah pribadi-pribadi yang santun, tertib, dan penuh keteladanan,” pesannya.
Damar juga menitipkan doa kepada mereka untuk mendoakan Kota Magelang selama berada di Tanah Suci.
“Doakan agar Kota Magelang senantiasa diberi kedamaian, keberkahan, dijauhkan dari segala musibah, serta terus mengalami kemajuan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pesannya.
Ia berharap, sepulang dari Makkah, para jemaah tidak hanya menyandang predikat haji, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat. (TB)





