Jatengpress.com,Purworejo-Partai Kebangkitan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke tingkat legislatif. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar DPAC dan Ranting PKB Kecamatan Purworejo yang digelar di Aula Al-Faham, Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (12/04/2026).
Ketua DPAC PKB Kecamatan Purworejo, H. Much Dahlan, SE., yang juga anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PKB, menegaskan bahwa forum halalbihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya kalangan NU.
“Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi dengan kader di tingkat bawah untuk menyerap aspirasi yang nantinya kami bawa dan perjuangkan di gedung dewan,” katanya.
Much Dahlan menjelaskan kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB serta diikuti pengurus DPAC, ranting se-Kecamatan Purworejo, dan badan otonom NU seperti Ansor, Fatayat, dan Muslimat. Kehadiran berbagai elemen tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan historis dan kultural antara PKB dan NU.
Dalam kesempatan itu, Much Dahlan juga memaparkan sejumlah program yang telah diperjuangkan, terutama di sektor pendidikan keagamaan. Bantuan telah disalurkan ke sejumlah lembaga pendidikan Ma’arif, seperti Ma’arif Donorejo, An-Nawawi, MI NU Ma’arif Brenggong, hingga SMP Sultan Agung, dengan total anggaran yang diakses dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp350 juta. Selain itu, dukungan melalui APBD Kabupaten juga terus didorong untuk tingkat madrasah tsanawiyah (MTs).
“Di bidang infrastruktur keagamaan, PKB juga turut mengupayakan pembangunan kantor MWC NU Kecamatan Purworejo, meski masih terkendala proses penyelesaian lahan,” paparnya.
Sementara itu, di sektor kesejahteraan, PKB juga memperjuangkan peningkatan insentif bagi guru ngaji. Saat ini, insentif telah naik dari Rp125.000 menjadi Rp175.000 per bulan, dan diupayakan dapat meningkat hingga Rp200.000 sesuai kemampuan APBD.
Diketahui, jumlah guru ngaji di Kabupaten Purworejo mencapai sekitar 3.500 orang dengan alokasi anggaran insentif dari APBD sekitar Rp8 miliar per tahun.
Melalui berbagai program tersebut, PKB berharap dapat terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya warga NU, dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan kesejahteraan.
“Komunikasi dengan masyarakat akan terus kami jaga, baik melalui kegiatan seperti ini maupun melalui reses yang rutin kami lakukan,” tandasnya. (AY)
Suasana kegiatan halalbihalal keluarga besar DPAC dan Ranting PKB Kecamatan Purworejo.



