Jatengpress.com, Semarang – Sekitar 10 ribu jamaah Wahidiyah mengikuti mujahadah dan doa bersama untuk bangsa, di GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/4/2026) malam.
Mujahadah digelar oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo DPW Jawa Tengah.
Ruangan dalam hingga halaman GOR Wujil pun disesaki jamaah pada malam tersebut. Mereka datang dari kabupaten/kota di Jawa Tengah serta sebagian Jawa Barat dan Jawa Timur.
Mujahadah dan doa bersama dipimpin langsung oleh pengamal pusat Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo yang berpusat di Kediri Jawa Timur, Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri.
Ulama karismatik ini begitu menyedot perhatian jamaah yang hadir. Fatwa amanat disampaikan, jamaah pun dalam suasana hening menyimak pesan yang disampaikan Kyai Abdul Majid Ali Fikri.
Jamaah larut dalam fatwa dan doa. Tak sedikit yang menangis meresapi doa-doa yang dilantunkan. Bahkan sampai doa mujahadah selesai, tak sedikit jamaah yang terlihat matanya sembab dan masih sesenggukan meresapi doa-doa dan sholawatan yang baru saja dilantunkan bersama-sama.
Kyai Abdul Majid Ali Fikri dalam fatwa yang merupakan puncak dari acara tersebut, mengajak agar jamaah Perjuangan Wahidiyah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW.
Dia berpesan agar jamaah betul-betul mengamalkan ibadah secara tulus dan ikhlas hanya untuk mengharap segala keridoan Allah SWT. Bukan sekadar karena memiliki maksud agar dagangan laris, atau sekadar karena memiliki maksud tertentu yang bersifat duniawi.
Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Provinsi Jawa Tengah, H Buedi Arif Darmawan mengungkapkan, mujahadah nisfussanah merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh pengamal sholawat Wahidiyah dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo yang berpusat di Kediri.
Mujahadah Nisfussanah di Jateng merupakan mujahad Se-Jateng pengamal sholawat Wahidiyah yang berpusat di Kediri, dimaksudkan mengajak masyarakat untuk sadar kepada Allah Rosulullah Muhammad SAW, serta mendoakan seluruh umat bukan hanya bangsa Indonesia, tapi juga umat seluruh dunia.
“Alhamdulillah dihadiri ribuan jamaah sholawat Wahidiyah dari seluruh Provinsi Jateng. Sekitar 10 ribu orang, karena selain yang di dalam gedung, di luar juga ada banyak. Yang utama kita memohon kepada Allah SWT secara bersungguh sungguh untuk mendoakan seluruh umat masyarakat. Agar betul-betul diberi barokah sebesar-besarnya oleh Allah SWT, dan akan mendapatkan kedamaian dunia lahir dan batin,” tutur Buedi Arif Darmawan.
Doa bersama untuk bangsa dan untuk seluruh umat manusia di muka bumi, lanjut Buedi, menjadi lebih penting khususnya terkait dengan situasi dan kondisi ekonomi dan politik global saat ini.
Oleh karena itu Budi menekankan jamaah Perjuangan Wahidiyah memiliki tugas mendoakan agar krisis yang ada baik di dalam negeri maupun kancah regional antarbangsa, segera berakhir.
“Kondisi sekarang dampak ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri, yang kita prihatinkan. Maka jamaah sholawat Wahidiyah mempunyai tugas untuk mendoakan agar krisis yang ada sekarang segera berakhir dan akan diganti oleh Allah dengan kemakmuran yang barokah luar biasa bagi bangsa Indonesia,” tutur dia.
Ketua panitia pelaksana mujahadah Nisfussanah tersebut, Feri Catur menambahkan, tujuan mujahadah nisfissanah ini merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk keberkahan dan kedamaian bangsa Indoensia khususnya, perdamaian. kesatuan dan kesejahterasn bangsa seluruh dunia, agar segera dientaskan dari krisis yang saat ini sedang terjadi di seluruh penjuru dunia.
kegiatan mujahadah dan Nisfussanah bisa menyedot ribuan jamaah dari berbagai pelosok Jateng, bahkan Jawa Barat dan Jawa Timur, karena selain merupakan kegiatan rutin tahunan, juga jamaah Wahidiyah umumnya memiliki niat memohon kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh panutan dan pemimpin jamaah Wahidiyah, Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri.
“Ribuan jamaah yang hadir ini, karena adalah kegiatan rutin, ibadah yayasan ini rutin setiap tahun sekali sehingga jamaah sudah mengetahui agendanya.
Menurut informasi catatan dari bapak aparat kepolisian. Jamaah yang hadir malam ini sekitar 10 ribu, dari berbagai kota kabupaten seluruh Provinsi Jawa Tengah, juga ada dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Para jamaah ini mempunyai suatu antusiasme yang kuat yang mana kita bersama+sama memohon berdoa bersama, khususnya pada kesadaran diri kita kita mendoakan diri kita, keluarga kita, umat masyarakat, supaya kembali kepada menggambarkan diri kepada Allah SWT, supaya bangsa Indonesia diberi berkah barokah, kedamaian persatuan seluruh bangsa Indonesia dijaga sebaik baiknya oleh Allah SWT, Serta umat manusia di dunia diberikan kedamaian dan persatuan. Kita juga memohon agar terhindar dari berbagai macam bencana,” papar Catur. (CIP)




