Ribuan Jamaah Sholat Id di MAJT An-Nuur Magelang

Jatengpress.com, Kota Mungkid – Ribuan umat Islam nampak antusias mengikuti sholad Id di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (21/03/2026).

Antusiasme umat muslim itu tercermin dari kondisi tempat ibadah utama yang tidak mampu menampung jamaah yang hadir. Sebagian jamaah rela menempati pelataran masjid atau area plaza.

“Jamaah yang hadir sekitar 8.000-an. Dan tidak semua jamaah yang hadir ikut sholat di tempat ibadah utama (dalam masjid). Sebagian rela sholat di area plaza,” terang Dharma Wijaya, Humas MAJT An-Nuur.

Seperti tahun lalu, tidak ada pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang yang hadir mengikuti sholat berjamaah di masjid terbesar kedua di Jawa Tengah kali ini.

Bertindak sebagai imam adalah Ustad Nu’man Afif ME (imam MAJT An-Nuur) dan KH Lukman Hakim sebagai khotib.

Dalam tausyiahnya, KH Lukman Hakim menekankan tentang arti pentingnya persatuan. Maka kita sebagai warga Indonesia, umat Islam harus bersatu, jangan mudah dipecah belah.

“Karena kemajuan negara, kemajuan daerah hanya bisa tercapai bila kita bersatu,” ujarnya.

Untuk itu, Sang Kiai mengajak kepada segenap warga negara kesatuan Republik Indonesia untuk bersama-sama mengoreksi diri sendiri. Jangan terlalu sering mengoreksi orang lain.

“Karena kalau kita ini mengoreksi diri sendiri insya Allah semua akan baik dan orang lain juga ikut menjadi baik,” tutur Lukman Hakim.

Menyinggunh kebersamaan yang terjadi dalam perayaan Idul Fitri ini, menurut dia, bukan lah suatu kebetulan. Tetapi merupakan suatu arsitektur peradaban yang dibangun oleh Baginda Rasul Nabi Muhammad SAW.

“Kebersamaan dalam iman Islam ini dan nikmat persaudaraan seperti ini merupakan anugerah Allah SWT yang harus selalu kita jaga,” imbuhnya.

Lukman menyebut Nabi Muhammad tidak hanya penebar risalah. Tetapi beliau adalah juga pendidik yang telah membangun peradaban dengan fondasi kasih sayang.

Menjauhi segala bentuk permusuhan dan memberi contoh tentang indahnya jalinan tali silaturahmi dalam semangat persaudaraan.

“Mengubah dendam menjadi rindu dan mendorong rindu menjadi pengabdian,” tuturnya. (TB)