Jatengpress.com, Kota Mungkid – Tidak mau ketinggalan, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang juga turut menggalang donasi untuk bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Memanfaatkan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah pada Kamis (01/01/2026), terkumpul donasi sebesar Rp 18 juta. Dana itu langsung disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang.
Ketua Pelaksana Pengelola MAJT An-Nuur, Drs Asfuri Muhsis, mengatakan, seperti tahun yang lalu, kali ini kita juga melaksanakan gerakan sholat subuh berjamaah. Juga mengajak pada jamaah untuk memberikan donasi bagi korban bencana di Sumatera.
Tujuannya adalah menjalin ukuwah, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Juga untuk membiasakan, mengawali tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Asfuri.
Seluruh donasi hasil penggalangan disalurkan kepada korban bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, melalui Baznas.
Dalam kegiatan awal tahun itu pula, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan santunan kepada ratusan guru ngaji (mukafaah) yang mengajar di berbagai wilayah Kabupaten Magelang.
Menurut Ketua Baznas M Kholid As’adi, di tutup tahun 2025 pihaknya memberi bantuan kepada guru ngaji dari desil 1 yang belum tersentuh bantuan apapun dari mana pun.
Jumlah guru ngaji penerima bantuan sebanyak 905 orang, masing-masing menerima Rp 500.000. “Total bantuan Rp 452.500.000,” katanya.
Kholid As’adi berharap, para penerima bantuan tetap semangat dan dapat meningkatkan kinerja. Meski sedikit, semoga dapat bermanfaat.
“Semoga ke depan tetap semangat menjalankan amanat dan bertambah maju,” harapnya.
Gerakan Sholat Subuh kali ini diikuti sekitar 3.500 jemaah dari berbagai wilayah Kabupaten Magelang. Mereka mendapat siraman rohani oleh KH Drs H Ahmad Hadlor Ihsan, dari Baznas/MUI Jawa Tengah.
Dalam tausyiahnya, Ahmad Hadlor Ihsan mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi pergantian tahun kali ini. Terutama menjadi hamba Allah yang sholih.
Kedua, kita memahami di pergantian tahun ini otomatis sebenarnya adalah umur kita berkurang, bukan bertambah. Untuk itu, kita manfaatkan susa-sisa kesempatan ini untuk beribadah kepada Allah sebaik-baiknya.
“Dengan donasi ke Sumatera kita motivasi untuk berinfaq. Karena baagaimanapun kita diberi kelonggaran oleh Allah maka kita sisihkan rejeki kita untuk orang lain,” tuturnya. (TB)







