Hadirkan KH Usman Ridho, Pengajian Akbar Isra Mi’raj IPHI Kaligesing Dipadati Ribuan Jamaah

Jatengpress.com,Purworejo– Ribuan jamaah memadati Lapangan Karangsari, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kamis (1/1/2026), dalam Pengajian Akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Kaligesing.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar secara bergilir berdasarkan pembagian zona wilayah di Kecamatan Kaligesing. Tahun ini, pengajian akbar dilaksanakan di zona tengah (zona bawah) sebagai hasil kolaborasi antara IPHI Kecamatan Kaligesing, Alumni Jamaah Haji dan Umrah Kaligesing, PAC Muslimat NU Kaligesing serta Pemerintah Kecamatan Kaligesing.

Pengajian akbar ini dihadiri perwakilan Bupati Purworejo H. Suranto, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Dapil I (Purworejo–Kaligesing), pengurus IPHI Kabupaten Purworejo, alim ulama, Ketua FKUB Kabupaten Purworejo KH Khabib Sholeh, jajaran MWCNU Kaligesing beserta badan otonom, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran KH Usman Ridho, kiai kondang asal Temanggung. Melalui gaya dakwah khas yang memadukan pesan keislaman dengan sentuhan kesenian tradisional pewayangan dalam adegan goro-goro, KH Usman Ridho berhasil menarik perhatian jamaah hingga acara berakhir.

Ketua IPHI Kecamatan Kaligesing, H. Sumarno menjelaskan, pemilihan zona tengah sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan lintas elemen masyarakat.

“Di zona tengah ini kami ingin mempertemukan dan mempererat silaturahmi antara ulama, umaro, pejabat pemerintah, para dewan, serta masyarakat luas, agar terbangun persatuan dan kesatuan,” ujar H. Sumarno.

Selain pengajian, IPHI Kaligesing juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Di antaranya melalui sunatan massal yang diikuti 19 anak, serta pemberian santunan kepada kaum dhuafa dan warga dengan keterbatasan fisik.

“Ibadah haji dan umrah tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk bakti sosial. Tahun ini kami melaksanakan sunatan massal untuk 19 anak lengkap dengan santunan, serta membantu tujuh kaum dhuafa, termasuk warga yang sakit dan tidak bisa berjalan,” jelasnya.

Menurut H. Sumarno, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai hampir 4.000 orang. Tingginya partisipasi tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat, jamaah haji dan umrah, serta para donatur, termasuk dalam penyediaan konsumsi yang melibatkan sedikitnya 12 RT di Desa Kaligono.

Ia menambahkan, pengajian akbar ini merupakan bagian dari dakwah kultural, di mana kesenian tradisional dijadikan media syiar Islam yang lebih membumi dan mudah diterima masyarakat.

“Masyarakat Kaligesing masih sangat mencintai kesenian tradisional. Bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat hikmah. Terbukti jamaah bertahan hingga acara selesai tanpa ada yang meninggalkan lokasi lebih awal,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keimanan dan ketakwaan masyarakat semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran organisasi keagamaan, termasuk PAC Muslimat NU Kaligesing, dalam mendukung berbagai program sosial seperti penanganan stunting, pendampingan kesehatan, serta kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

“Pengajian akbar ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan ulama dan umaro, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Kami berharap syiar Islam di Kaligesing terus berkembang dengan cara-cara yang sejuk dan membumi,” pungkasnya. (AY)