Jatengpress.com,Purworejo – Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan terus dilakukan. Sebanyak 16 anggota Fatayat NU Kecamatan Purworejo mengikuti pelatihan menjahit yang difasilitasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Purworejo Fraksi PKB, H. Much Dahlan, SE.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo tersebut berlangsung sejak Senin (08/06/2026) di SMP Sultan Agung Purworejo dan dijadwalkan selama 12 hari efektif.
Pada Senin (15/06/2026), H. Much Dahlan meninjau langsung kegiatan pelatihan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai harapan. Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan para peserta mengenai materi yang telah diterima dan peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah pelatihan selesai.
Menurut Much Dahlan, keterampilan menjahit dipilih karena memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan serta dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan keterampilan dasar yang memadai kepada peserta. Setelah selesai, mereka bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang yang membutuhkan kemampuan menjahit,” kata Dahlan.
Ia menilai penguasaan keterampilan praktis seperti menjahit dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
“Dengan memiliki keterampilan, mereka mempunyai kesempatan untuk berwirausaha dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” lanjutnya.
Meski demikian, Dahlan mengakui bahwa keberhasilan program pelatihan akan lebih optimal apabila diikuti dengan dukungan peralatan usaha. Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan bantuan alat atau mesin jahit bagi peserta yang telah lulus pelatihan.
“Kami berharap nantinya ada dukungan alat atau mesin jahit. Namun kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini belum memungkinkan, sehingga yang dapat diberikan terlebih dahulu adalah pelatihan keterampilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, harga satu unit mesin jahit saat ini berkisar Rp4 juta sehingga membutuhkan anggaran yang cukup besar apabila seluruh peserta hendak difasilitasi dengan peralatan usaha.
Sementara itu, pelaksanaan pelatihan dipusatkan di SMP Sultan Agung Purworejo karena fasilitas peralatan di Balai Latihan Kerja (BLK) belum dapat dimanfaatkan. Selain itu, sekolah tersebut sedang tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena telah memasuki masa akhir tahun pelajaran.
Program pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan perempuan, khususnya kader Fatayat NU, yang mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
Ket. Foto: Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Fraksi PKB, H. Much Dahlan, SE meninjau pelatihan menjahit bagi 16 anggota Fatayat NU Kecamatan Purworejo yang difasilitasi melalui program pokir di SMP Sultan Agung Purworejo.






