Banyumas, Jatengpress.com – Malam itu seharusnya menjadi perjalanan biasa bagi dua remaja yang berboncengan sepeda motor. Namun di atas jembatan di Sungai Pelus, takdir berkata lain.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu malam, suara benturan memecah kesunyian di Desa Dukuhwaluh , Kembaran, Banyumas. Motor yang mereka tumpangi diduga kehilangan kendali, menghantam pembatas jembatan, lalu melemparkan keduanya ke dalam arus sungai yang gelap.
Di tengah dingin dan derasnya air, Rini (18) berjuang sekuat tenaga. Warga yang mendengar kejadian itu segera berlari, menyorotkan senter ke arah sungai, dan berusaha menolong. Rini berhasil diselamatkan—basah kuyup, syok, namun masih bernyawa. Kini ia terbaring lemah menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo.
Namun tidak dengan sahabatnya, Aurel Jeni Prabela (18).
Sejak malam itu, Aurel hilang ditelan arus. Di tepi sungai, harapan dan kecemasan bercampur menjadi satu. Keluarga menanti dengan doa yang tak putus, sementara tim SAR berjibaku menembus gelap dan derasnya aliran air.
Koordinator SAR, Amin Riyanto, menyebut pencarian sudah dilakukan sejak laporan pertama diterima. Namun hingga dini hari, belum ada tanda-tanda keberadaan Aurel. Medan yang sulit dan minimnya pencahayaan memaksa tim menghentikan sementara pencarian, sebelum kembali melanjutkannya saat fajar menyingsing.
Pagi ini, di sepanjang aliran Sungai Pelus, para relawan dan petugas kembali menyisir setiap sudut. Mata mereka tajam menatap arus, berharap menemukan secercah tanda.
Di balik operasi pencarian ini, ada harapan sederhana yang terus dijaga: agar Aurel segera ditemukan, dan keluarganya mendapatkan kepastian.
Sementara itu, Sungai Pelus terus mengalir—membawa cerita duka yang menggugah banyak hati.






