Jatengpress.com, Blora – Personel gabungan dari TNI, Polri, dan tim SAR memperketat upaya pencarian terhadap korban tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo. Sebagai bentuk kesiapan dan koordinasi, tim menggelar apel kekuatan di Posko SAR Gabungan yang berlokasi di Dukuh Weni, Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Selasa (20/1/2026).
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kradenan AKP Umbaran Wibowo menekankan bahwa operasi pencarian ini merupakan misi kemanusiaan yang menjadi prioritas pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya meminta seluruh personel untuk tetap menjaga profesionalitas di tengah kondisi medan yang menantang.
“Kegiatan pencarian ini adalah bentuk tugas kemanusiaan. Kami instruksikan seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan selalu berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan,” ujar AKP Umbaran Wibowo saat memberikan arahan.
Mengingat kondisi arus Sungai Bengawan Solo yang cukup deras, faktor keselamatan personel menjadi poin utama dalam instruksi tersebut. Tim di lapangan diminta mematuhi prosedur keselamatan (SOP) dan memahami pembagian sektor pencarian yang telah ditentukan guna efektivitas penyisiran.
“Utamakan keselamatan diri dan patuhi prosedur yang ada. Arus Bengawan Solo saat ini cukup deras, jadi hindari tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun rekan kerja. Semoga korban segera ditemukan,” tegasnya.
Hingga saat ini, tim SAR dari Basarnas serta BPBD Kabupaten Blora terus melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet menyusuri aliran sungai. Meski pencarian dilakukan secara maksimal sejak pagi, keberadaan korban hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan. Situasi di sekitar lokasi posko terpantau aman dan kondusif dengan koordinasi antar-instansi yang tetap solid. (*)







