Jatengpress.com,Purworejo-Sekolah Dasar Tahfidz Qur’an (SDTQ) Nuurul Waahid Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan II, Minggu (07/06/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai penanda keberhasilan para siswa menuntaskan pendidikan dasar sekaligus menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an.
Sebanyak 20 siswa kelas VI resmi diwisuda dalam acara yang dihadiri wali murid, dewan guru, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa yang diwakili Kepala Desa Krandegan, Dwinanto.
Momen wisuda semakin membanggakan dengan capaian salah satu lulusan, Khansa Sabilal Husna Abdulloh, yang berhasil menyelesaikan hafalan hingga 9 juz Al-Qur’an. Prestasi tersebut menjadikannya peraih penghargaan Tahfidz Terbaik pada angkatan tahun ini.
Di hadapan para tamu undangan, para wisudawan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka kuasai selama menempuh pendidikan di SDTQ Nuurul Waahid. Penampilan tersebut menuai apresiasi karena menunjukkan hasil pembinaan yang konsisten dari para guru serta dukungan penuh orang tua.
Tak hanya unggul di bidang keagamaan, para siswa juga menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Penghargaan Nilai Akademis Terbaik diberikan kepada Dhiyaulhaq Hikmah Mufidah dari Kelurahan Baledono.
Sementara itu, prestasi istimewa diraih Sabrina Aufi Munayya asal Desa Jrakah yang berhasil memperoleh nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Sebagai bentuk penghargaan, pihak sekolah menyerahkan piala dan piagam kepada para siswa berprestasi. Pemerintah Desa Krandegan turut memberikan hadiah apresiasi, sedangkan BMT Nuurul Waahid memberikan tabungan pendidikan bagi siswa yang meraih nilai sempurna dalam TKA.
Kepala SDTQ Nuurul Waahid, Hj. Umi Marfuah, S.Ag., menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga oleh akhlak, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, doa orang tua, dan keberkahan ilmu yang dimiliki.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, mencintai Al-Qur’an, serta senantiasa menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupannya,” katanya.
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, mengapresiasi capaian para siswa dan peran besar para pendidik dalam mendampingi proses belajar mengajar.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan hasil kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua yang terus mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh karyawan SDTQ Nuurul Waahid yang telah memberikan dedikasi terbaiknya. Semoga segala jerih payah yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya.
Dwinanto berpesan kepada para orang tua agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama demi masa depan putra-putri mereka.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Pengasuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Nuurul Waahid, KH Syaifuddin. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para siswa untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menuntut ilmu sepanjang hayat.
Melalui Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa Angkatan II ini, SDTQ Nuurul Waahid kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga berprestasi dalam bidang akademik dan memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (AYG)
dan Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan II.





