Jatengpress.com,Purworejo-Tokoh nasional asal Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, H. Sudarto Adinagoro meluncurkan buku keduanya berjudul Seni Berpikir, Bertindak, dan Memimpin di Dunia yang Berubah. Karya ini merupakan kelanjutan dari buku perdananya, Macan Putih: Melangkah di Antara Luka dan Harapan*, yang sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat.
Buku tersebut menghadirkan refleksi mengenai kepemimpinan di tengah perubahan global yang semakin cepat dan kompleks. H. Sudarto menegaskan, menulis merupakan bagian dari gaya hidup sekaligus sarana berbagi gagasan dan pengalaman.
“Berkarya melalui buku memiliki kepuasan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan materi. Respons positif terhadap buku pertama menjadi motivasi untuk terus menulis,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Di tengah aktivitasnya sebagai Ketua Pengprov PBSI Banten dan Koordinator Wilayah PP PBSI di bawah kepemimpinan M. Fadil Imran, serta keterlibatannya di sektor industri tambang PT Citra Palu Mineral, ia tetap konsisten menghasilkan karya.
Menurutnya, buku ini lahir dari refleksi pribadi di usia 51 tahun, yang menitikberatkan pada kontribusi. “Hidup bukan semata tentang capaian, tetapi juga tentang apa yang dapat diberikan,” katanya.
H. Sudarto juga merumuskan konsep kepemimpinan SDR (Synergy, Dedication, Resilience) yang diterjemahkan ke dalam tiga dimensi utama, yakni berpikir (nalar), bertindak (nyali), dan memimpin (nurani).
Buku setebal 132 halaman ini dilengkapi pengantar dari Dr. H. Wiranto. Dalam pengantarnya, H. Wiranto menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis nilai.
“Tantangan kepemimpinan saat ini bukan hanya soal strategi atau teknologi, tetapi juga kualitas manusia yang memimpin,” tulisnya.
Ia menambahkan, pemimpin harus memiliki integritas, karakter, serta kepekaan terhadap nilai kemanusiaan dalam setiap pengambilan keputusan.
Buku yang diterbitkan oleh Widina Media Utama ini diharapkan menjadi referensi bagi pemimpin, calon pemimpin, dan generasi muda dalam memahami kepemimpinan secara utuh.
“Saya tidak bermaksud menggurui. Buku ini merupakan bentuk rasa syukur dan upaya berbagi,” ujar H. Sudarto. (*)


