Jatengpress.com, Purbalingga – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mulai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum dan SDM, Pandi, yang mewakili Bupati Purbalingga, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Saizu menjadikan Purbalingga sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Hal itu disampaikan saat penerimaan KKN di Operation Room Graha Adiguna, Senin (12/1/26).
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong terwujudnya desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat, inovasi, serta teknologi digital. Sehingga kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat berperan sebagai mitra pendamping masyarakat dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentu menyambut baik kegiatan KKN ini. Saya yakin generasi muda memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi, termasuk di bidang teknologi informasi, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga diharapkan mampu membantu memetakan potensi dan permasalahan yang ada di desa. Hasil pengamatan dan identifikasi tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi pembangunan desa serta menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. “KKN menjadi sarana pembelajaran bersama, sekaligus wujud kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, menyampaikan bahwa sebanyak 268 mahasiswa KKN UIN Saizu akan melaksanakan pengabdian di 26 desa yang tersebar di Kecamatan Kalimanah dan Kecamatan Padamara. Kegiatan KKN tersebut mengusung tema “Saizu Memberdaya, Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, dan Menggerakkan Ekonomi.”
Nugroho berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memperkuat upaya penanganan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, penanganan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, melalui pendekatan pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Saya mohon bantuan adik-adik KKN untuk ikut menggerakkan masyarakat desa sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing. Penanganan kemiskinan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga kolaborasi menjadi kunci,” ungkapnya.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu, Toifur, menyampaikan bahwa seluruh peserta KKN telah dibekali melalui Workshop Pemberdayaan Masyarakat sebagai bekal konseptual dan teknis sebelum terjun ke desa.
“UIN Saizu berkomitmen untuk terus menghadirkan pengabdian masyarakat yang memberi manfaat nyata dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya. (*)







