Jatengpress.com, Magelang – Sejarah hari jadi Kota Magelang tidak lepas dari beragam tafsir yang berkembang di masyarakat. Bahkan, pertanyaan mengenai angka 1120 masih kerap muncul setiap peringatan digelar.
“Namun saya berharap, perbedaan tafsir ini tidak menjadi sekat yang merenggangkan kita. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukan pada angka yang kita hitung, melainkan nilai-nilai kearifan yang harus terus kita jaga dan warisi,” tegas Damar Prasetyono, Sabtu (11/04/2026).
Penegasan itu disampaikan di depan peserta upacara peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang digelar halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.
Upacara diikuti jajaran Forkopimda, seluruh ASN, unsur TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi wanita, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Damar Prasetyono menyampaikan amanat tentang panjangnya perjalanan sejarah Kota Magelang yang telah mencapai usia 1120 tahun.
“Ini adalah jejak panjang perjalanan sebuah kota, yang dibangun dari semangat gotong royong warga, dirawat dalam harmoni meski di tengah perbedaan, serta diwariskan jati dirinya dengan penuh cinta dan rasa bangga,” ujar Damar.
Damar menyebut, peran penting masyarakat sebagai kekuatan utama Kota Magelang. Dengan jumlah penduduk mencapai 129.043 jiwa dan lebih dari 70 persen berada pada usia produktif, ia optimistis masa depan kota akan terus berkembang.
“Di tengah keberagaman, kita tetap hidup dalam harmoni. Berbeda latar belakang, berbeda keyakinan, namun tetap saling menghormati. Inilah wajah Kota Magelang,” imbuhnya.
Damar juga menyebut sejumlah capaian pembangunan Kota Magelang. Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,92 persen, angka kemiskinan yang berhasil ditekan menjadi 5,68 persen, tingkat pengangguran menurun hingga 4,31 persen, serta indeks pembangunan manusia mencapai 82,92.
“Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” ungkapnya.
Pada momen ini, Damar menyerahkan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nur Wiyono Slamet Nugroho, atas prestasi pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan tertinggi se-Jawa Tengah.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Nabil Pramudyawan, perwakilan siswa tim rebana SMPN 1 yang meraih juara I MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Usai pelaksanaan upacara, peserta dan tamu undangan disuguhi kopi sebanyak 1.120 cangkir yang diracik oleh barista peserta program Prodamai Kota Magelang.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang telah dimulai dengan doa bersama lintas agama di kompleks kantor Pemkot Magelang pada Jumat (10/4/2026) malam.
Selanjutnya, Pemerintah Kota Magelang juga menggelar program Magelang Great Sale (MGS) yang berlangsung pada 11 April-11 Mei 2026, serta agenda budaya Grebeg Getuk di Alun-alun Kota Magelang Minggu (12/4/2026), dan berbagai kegiatan menarik lainnya. (TB)






