Jatengpress.com, Temanggung – Nama Ispadi (65) alias mBah Surat, tiba-tiba menarik perhatian. Dia adalah Ketua Persatuan Pemilah Sampah Non Organik (PPSNO) TPA Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Temanggung.
Selasa (27/03/2026), Mbah Surat dan kawan-kawan mendapat undangan berbuka puasa bersama dari Bupati Temanggung, Agus Setyawan.
Bersama sekitar 90 pemilah sampah lainnya, mereka mengikuti acara yang digelar di Pendopo Pengayoman Temanggung. Kehadirannya mendapat apresiasi khusus dari pemerintah daerah.
Bupati Agus Setyawan menyebut para pemilah sampah sebagai pihak yang memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan lingkungan di Temanggung, yang setiap harinya menghadapi sekitar 120 ton sampah.
“Bapak dan ibu semua adalah tamu kehormatan Pemkab Temanggung. Kadang orang tidak menghitung perjuangan panjenengan, padahal kontribusi dalam pengelolaan sampah sangat luar biasa. Terima kasih sudah membantu masyarakat Temanggung,” ujar Agus.
Perlu diketahui, mBah Surat menjalani profesi sebagai pemilah sampah sejak 2010 di TPA Sanggrahan. Setiap hari, usai menunaikan salat Subuh, dia bergegas menuju tempat pembuangan akhir untuk mengumpulkan barang rongsokan, terutama sampah plastik seperti ember bekas.
Dari aktivitas tersebut, mBah Surat rata-rata memperoleh penghasilan sekitar Rp25 ribu per hari. Dia biasanya bekerja hingga menjelang siang dan kembali ke rumah sekitar pukul 11.30 WIB untuk beristirahat.
Tantangan terbesar dalam menggeluti sampah, adalah faktor cuaca. Karena saat hujan turun, kondisi kerja menjadi lebih berat. Dia harus menghadapi sepatu yang bocor dan pakaian basah.
“Dukanya kalau hujan. Sepatu bolong, baju basah kuyup. Yang penting kendel (berani),” ujarnya.
Meski begitu, kondisi tak bersahabat itu tidak menyurutkan semangatnya. Lelaki renta itu tetap menjalani pekerjaannya dengan tekad kuat. (TB)





