Jatengpress.com, Kota Mungkid – Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, pesantren memiliki peran penting sebagai benteng moral dalam menjaga akhlak generasi muda. Sedang jamaah thoriqoh menjadi penyejuk di tengah dinamika kehidupan modern.
“Dzikir dan istighosah yang terus didawamkan menjadi kekuatan spiritual yang ikut menjaga kedamaian dan ketenteraman di Kabupaten Magelang,” katanya, dalam Pengajian dan Halal Bihalal di Ponpes Nurul Ali bersama Jamaah Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Sempu, Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Selasa (31/3/2026).
Bupati berharap, nilai-nilai dalam ajaran thoriqoh, seperti kesucian hati dan kedekatan kepada Allah SWT, dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Grengseng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, gotong royong, dan saling menghormati.
Tak lupa pula, Bupati mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang hadir. Serta mohon maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Magelang.
“Halal bihalal ini menjadi momentum untuk melebur khilaf dan salah di antara kita. Melalui pengajian ini, kita bersihkan hati dan memperkuat ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujar Grengseng.
Bupati memberikan apresiasi kepada keluarga besar PP Nurul Ali serta Jamaah Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Hadir sebagai pemberi tausyiah adalah KH Raden Tunjung, ulama dari Cilacap.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Ali, KH Ahmad Sholeh Ismail, berterima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Magelang yang telah berkenan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Acara berlangsung khidmat dihadiri jajaran Forkompimcam Secang dan diisi pengajian, doa bersama dan silaturahmi antarjamaah sebagai wujud mempererat persaudaraan pasca-Idulfitri. (TB)






