Jatengpress.com, Kota Mungkid – Sebanyak 10 paket pekerjaan senilai lebih dari Rp 37 miliar masuk dalam evaluasi. Antara lain, renovasi gedung RSUD, pembangunan fasilitas kesehatan dan olahraga, rehabilitasi jembatan, hingga penyediaan perlengkapan LPJU.
Evaluasi pelaksanaan paket strategis 2025 mengacu pada Surat Deputi KPK RI tentang Indeks Pencegahan Korupsi Daerah 2025 serta SK Bupati Magelang mengenai penetapan paket strategis.
“Exit meeting menjadi momentum untuk mengevaluasi dan merefleksikan pelaksanaan kerja bersama. Sekaligus menggali pelajaran berharga dalam mengelola paket pembangunan strategis,” Wakil Bupati Magelang, Sahid, Senin (12/01/2026).
Exit Meeting Pengadaan Barang dan Jasa Strategis Tahun 2025 digelar Pemkab Magelang Kejari di Ruang Cemerlang, Kantor Setkab Magelang.
Forum itu menjadi agenda penting guna mengevaluasi pelaksanaan 10 paket kegiatan strategis di berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Juga untuk menegaskan komitmen pemda dalam.memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pembangunan.
Sahid membuka rapat dengan apresiasi terhadap jajaran Kejaksaan Negeri dan seluruh OPD yang terlibat.
Dia memaparkan upaya pengawasan yang telah dilakukan. Yakni, reviu HPS dan probity audit oleh Inspektorat, reviu kontrak oleh Bagian Hukum, monitoring lapangan, penerbitan surat peringatan kepada penyedia jasa yang mengalami keterlambatan.
Hasilnya, seluruh paket strategis dapat terselesaikan 100 persen. Namun, ada 2 proyek konstruksi renovasi bangunan RSUD Muntilan dan pembangunan Gedung Rawat Inap Standar KRIS RSCU mengalami keterlambatan penyelesaian.
Pemkab Magelang mencatat sejumlah poin penting untuk perbaikan. Seperti: belum terlaksananya tender dini, sesuai amanat MCSP KPK RI. Konsolidasi pengadaan belum optimal, maka belum ada paket strategis hasil konsolidasi antar OPD.
Perencanaan pengadaan di tahun sebelumnya masih lemah, sehingga berdampak pada pelaksanaan di tahun berjalan.
“Kami berharap exit meeting ini menjadi pijakan untuk perbaikan. Hambatan dan peluang harus diolah menjadi rekomendasi nyata untuk pelaksanaan tahun berikutnya,” tegas Sahid.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, M Edi Susilo, memberikan apresiasi atas kerja sama lintas lembaga yang telah berjalan. Dia pun menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antar OPD serta peningkatan kualitas pekerjaan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
“Kami memahami bahwa di lapangan masih ada tantangan, namun fokus kita adalah memperbaiki proses dan memastikan pembangunan berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat,” katanya.
Kajari Kabupaten Magelang, Robin Abdi Ketaren, memaparkan hasil pengamanan dan pengamatan terhadap sejumlah proyek strategis yang dilakukan bersama tim.
Fokus pengamanan meliputi penguatan dan pembangunan fasilitas Kantor Kejari Magelang, Pembangunan Jembatan Saldrang (Giritengah–Girigunung), Reaktif kaki jembatan Mranggensari dan peningkatan ruas jalan Mranggen–Polengan, Peningkatan LPJU di wilayah Polengan, Ranggung Lek, dan Ranggung Bersuat.
Hasil monitorin, ditemukan sejumlah kendala. Yakni, akses jalan sempit, parkir liar yang menghambat mobilisasi alat, medan proyek yang menantang, hingga kurangnya koordinasi awal antara konsultan perencana, pengawas, dan pengguna jasa.
“Kami mendorong agar tahun depan koordinasi diperkuat, perawatan bangunan diperhatikan, dan proyek pada jalur utama masyarakat dipercepat pengerjaannya,” pinta Kajari Robin.
Baik Pemkab, DPRD, maupun Kejari sepakat bahwa pelaksanaan proyek strategis di Kabupaten Magelang harus terus disempurnakan, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca, kondisi lapangan, dan koordinasi teknis lintas pihak.
“Kami berharap pada tahun 2026 cuaca bersahabat, kendala teknis dapat diminimalkan, dan semua program pembangunan dapat berjalan lebih maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Kajari. (TB)
Wakil Bupati Sahid memberi arahan dalam Exit Meeting Pengadaan Barang dan Jasa Strategis 2025. (ist)







