Jatengpress.com, Magelang – Proyek Jembatan Batang A di akses utama Magelang-Yogyakarta, tepatnya di Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, mulai dikerjakan, awal Juni ini.
Imbas dari pengerjaan proyek APBN senilai Rp 7,4 miliar itu menimbulkan terjadinya pengalihan arus kendaraan yang melintas di jalan negara tersebut hingga 6 bulan ke depan.
Dari pantauan Jatengpress.com, arus kendaraan dari 2 dari Magelang dan Yogyakarta diarahkan melintas di Jembatan Batang B yang memiliki 2 lajur. Selama ini, jembatan di sebelah Selatan itu hanya dilewati kendaraan dari arah Yogyakarta.
Arus kendaraan dari 2 arah berlawanan cukup leluasa melintas, baik truk, bus, kendaraan pribadi maupun pengendara sepeda motor.
“Tidak ada kemacetan. Meski semua melaju dalam kecepatan lambat. Tapi penerapan sistem contraflow cukup efektif,” kata KBO Satlantas Polresta Magelang, Iptu Rosyid Sugiarto, di lokasi proyek, Kamis (04/06/2026).
Mengantisipasi kemacetan selama proses pembangunan berlangsung, Satlantas Polresta Magelang telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Antara lain, memberlakukan sistem contraflow dan penyiapan beberapa jalur alternatif. Bus dan truk masih diperbolehkan melewati Jembatan Batang B sebagai akses utama.
Dia mengungkap hasil evaluasi selama 2 hari sejak penutupan akses jembatan Batang A. Kepadatan arus lalu lintas terpantau terjadi pada jam-jam tertentu, yakni pada jam berangkat dan pulang kerja/ sekolah.
“Kepadatan di pagi hari biasanya ada dua gelombang, sekitar pukul 06.30 sampai 07.00 WIB, kemudian sekitar pukul 07.30 sampai 08.00 WIB,” ungkap Rosyid.
Pada sore hari, kepadatan lebih banyak karena tingginya volume kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Magelang. Dari jam 15.00 sampai jam 18.00 WIB.
Arus wisata.
Termasuk antisipasi terhadap tingginya volume bus-bus wisata menuju maupun dari kawasan wisata Borobudur. Lebih-lebih yang datang dari arah Yogyakarta.
Rosyid menyarankan bagi bus wisata dari arah Yogyakarta menuju Borobudur dan Magelang agar memanfaatkan jalur alternatif melalui Kalibawang.
“Memang sedikit lebih jauh, tetapi tidak terdampak pembangunan jembatan sehingga perjalanan lebih lancar,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga melakukan perubahan titik putar balik kendaraan (U-turn) di sekitar lokasi proyek. U-turn di dekat Bakso Pak Tejo ditutup. Median jalan tak jauh dari lokasi proyek dibuka.
Sosialisasi pengalihan arus dilakukan melalui berbagai media informasi lewat flyer dan media sosial. Rosyid berharap, masyarakat bisa mengetahui hal itu dan memilih jalur yang sesuai kebutuhan.
Jalur alternatif.
Bila terjadi kepadatan yang ekstrem, Rosyid menganjurkan agar masyarakat menempuh beberapa jalur alternatif. Terurama bagi pengendara mobil pribadi dan sepeda motor.
Dari arah Yogyakarta. Masul jalan di samping Indomaret menuju ke wilayah Desa Mantingan, belok kanan hingga Simpang Tiga Semen.
“Atau melalui Jagang Kidul, bawah Tugu Ireng belok kiri, akan tembus di Ringin Pasar Ngluwar,” lanjutnya.
Untuk kendaraan dari arah Magelang menuju Yogyakarta. Masuk jalan arah Kradenan, Srumbung, belok kiri hingga Jeruk Agung,,belok kanan dan keluar di sekitar SPBU Balidono.
“Khusus sepeda motor bisa melalui Simpang Sucen, belok kiri ke Jeruk Agung, belok kanan dan keluar di Baledono. (TB)



