Jatengpress.com, Magelang – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 Kodim 0705/Magelang telah selesai membangun jembatan di Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Jembatan sepanjang 8,7 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 5,5 meter telah selesai 100 persen dan diharapkan menjadi akses vital penghubung antarwilayah Kecamatan Windusari dengan Kecamatan Bandongan.
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman mengatakan, kehadiran jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat karena mampu memangkas jarak tempuh antarwilayah yang selama ini harus memutar cukup jauh.
“Jembatan ini menghubungkan dua desa dan dua kecamatan. Ini sangat berguna bagi masyarakat, baik untuk berobat, sekolah, maupun aktivitas ekonomi,” katanya, usai menutup kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II 2026, Kamis (21/05/2026).
Dia menyebut, jembatan itu dibangun membentang sekitar 8 meter di atas aliran sungai selebar kurang lebih 20 meter. Dengan lebar 4 meter sehingga nantinya dapat dilalui kendaraan roda 4 hingga truk.
“Ke depan bahkan truk bisa melintas di sini, namun tetap perlu waktu agar struktur benar-benar kuat,” ujarnya.
Afrizal mengatakan kawasan Windusari memiliki potensi alam yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.
“Kita lihat sendiri keindahan alam Windusari luar biasa. Cuacanya sejuk dan sangat menarik bagi wisatawan. Mudah-mudahan ke depan pemerintah daerah bisa ikut mengembangkan potensi wisata di sini,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Magelang yang mendukung pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II.
Sementara itu, Plh Sekda Kabupaten Magelang David Rudiyanto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Alhamdulillah jembatan sudah terbangun dan semoga bermanfaat bagi masyarakat. Kalau masih ada pekerjaan lanjutan seperti akses jalan di kanan kiri jembatan, nanti bisa diusulkan melalui bantuan keuangan khusus,” katanya.
David menyebut pembangunan jembatan itu bisa diselesaikan hanya dalam waktu 30 hari berkat keterlibatan aktif masyarakat bersama personel TNI.
Menurut Sekdes Gondangrejo, Ahmad Fauzi, sebelum ada jembatan baru, warga mengandalkan jembatan bambu untuk menyeberang sungai. Namun jembatan itu hanyut diterjang banjir pada 2014.
“Setelah itu, akses antarwilayah sempat terputus total. Warga yang mau.lewat harus turun ke sungai,” katanya.
Saat musim hujan dan debit sungai meningkat, warga bahkan tidak bisa menyeberang dan harus memutar hingga sekitar 7 kilometer untuk mencapai wilayah seberang.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga ada kegiatan nonfisik berupa penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, kamtibmas dan narkoba, dan kesehatan kepada masyarakat di Aula Kecamatan Windusari.
Kegiatan tersebut melibatkan 40 personel TNI, lima personel lintas instansi, dan 50 warga masyarakat. Program berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. (TB)






