Jatengpress.com, Kota Mungkid – Sebagian ruas Jalan Kabupaten yang rusak (berlubang) di wilayah Magelang telah selasai diperbaiki (ditambal).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menyebut target perbaikan selesai H-7 Lebaran nanti.
Perbaikan diupayakan sudah selesai sebelum lebaran. Terutama ruas-ruas jalan di wilayah perkotaan, atau jalan penghubung antarkota, jalur alterlatif.
“Untuk memperlancar kendaraan arus mudik dan arus balik, dan mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan,” katanya, Jumat (06/03/2026).
Kepala Bidang Bina Marga, Priyo Suwarso, menyebut ada 53 ruas jalan rusak. Pekerjan itu telah dilaksanakan mulai asal Februari lalu.
Sejauh ini, sebagian jalan sudah selesai diperbaiki, sebagian lagi masih dalam proses pengerjaan dan lainnya harus menunggu giliran.
Beberapa ruas jalan selesai diperbaiki. Antara lain, jalan tembus Kuwaluhan-Pare, Magelang-Pucang, Krincing-Grabag, Borobudur-Tempuran, dan Sawitan-Tanjung (Glagah).
Kemudian, Muntilan-Talun, Blabak-Candimulyo, Jamuskauman-Sirahan, dan dalam Kota Bandongan.
Untuk menangani pekerjaan itu, DPUPR menerjunkan 4 tim, masing-masing beranggotakan 6 orang, dibantu truk pengangkut aspal goreng dan 1 stoom walls.
Mengenai jenis kerusakan, kata Priyo, ada banyak lubang di permukaan jalan lantaran lapisan aspal mengelupas. Lubang itu memiliki diameter bervariasi dari kecil, sedang dan menganga lebar.
Penyebab kerusakan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain intensitas curah hujan yang tinggi, faktor usian jalan dan volume kendaraan berat juga memberi dampak terhadap tingkat kerusakan.
Dengan kata lain, kemungkinan karena sering dilewati kendaraan besar dengan muatan berlebih, atau tergenang air dari guyuran hujan. Atau akibat limpasan air dari selokan tepi jalan.
Di beberapa lokasi, saluran air di pinggir jalan dekat area persawahan sengaja dibendung, namun airnya dibiarkan melimpas ke jalan.
“Kondisi begitu yang membuat lapisan aspal mengelupas karena terendam air, sehingga jalan cepat rusak,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihak DPUPR mengajak masyarakat untuk ikut peduli. “Supaya awet, jangan biarkan air selokan sampai meluber ke badan jalan,” anjurnya. (TB)


