Jatengpress.com,Purworejo-Atlet Paralayang Kabupaten Purworejo yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 terus mematangkan kesiapan melalui berbagai ajang kompetisi. Salah satunya dengan mengikuti Wonogiri Paragliding Accuracy Competition yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonogiri.
Kejuaraan yang diikuti atlet-atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah itu dimanfaatkan sebagai ajang try out untuk mengukur kemampuan sekaligus memetakan kekuatan para pesaing menjelang Porprov mendatang.
Ketua Pengcab Paralayang Purworejo, Rahman Hendi Hidayat, mengatakan bahwa pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Selain mengasah kemampuan teknis, atlet juga dapat belajar beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan dan cuaca.
“Ini kesempatan bagus bagi atlet kami untuk mengasah skill dan juga membaca kekuatan lawan,” kata Rahman, Rabu (03/06/2026).
Menurutnya, persaingan cabang olahraga paralayang di Jawa Tengah cukup ketat sehingga atlet dituntut memiliki kemampuan teknis dan mental yang kuat. Oleh karena itu, program latihan rutin perlu dilengkapi dengan try out maupun kejuaraan sebagai sarana evaluasi hasil latihan.
Rahman menilai dukungan KONI Kabupaten Purworejo yang memberikan kesempatan atlet mengikuti berbagai kompetisi menjadi modal penting dalam upaya meraih prestasi pada Porprov 2026.
“Try out menjadi salah satu kesempatan bagi kami untuk memantapkan diri menghadapi Porprov 2026 mendatang,” ujarnya.
Rahman menambahkan, tidak semua daerah memberikan kesempatan serupa kepada atletnya. Menurutnya, intensitas mengikuti kompetisi akan sangat berpengaruh terhadap kesiapan mental atlet ketika menghadapi pertandingan sesungguhnya.
“Setidaknya calon lawan mengetahui keseriusan KONI Kabupaten Purworejo dalam menghadapi Porprov mendatang,” lanjutnya.
Sementara itu, atlet Paralayang Purworejo, Iqbal Satya Gumilang, mengungkapkan bahwa dirinya akan turun pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) Perorangan B dan KTM Beregu B pada Porprov Jawa Tengah 2026.
Iqbal menjelaskan, nomor ketepatan mendarat membutuhkan jam terbang yang tinggi sehingga atlet harus terbiasa berlatih di berbagai lokasi dengan karakter cuaca yang berbeda. Selain di Bruno, latihan juga dilakukan di Magelang, Karanganyar, Wonogiri, hingga Semarang.
Pengalaman mengikuti kompetisi di Wonogiri, menurut Iqbal, memberikan tantangan tersendiri. Kondisi termal yang cukup besar dan padatnya lalu lintas penerbangan membuat atlet harus mampu menjaga fokus dan mengambil keputusan secara tepat saat berada di udara.
“Di Wonogiri kemarin termalnya cukup besar. Trafik penerbangan yang sudah diatur ternyata cukup sulit untuk maju mendekat ke area landing. Saya harus menunggu peserta di depan saya untuk mendarat. Bagi atlet, mental dalam menghadapi perubahan cuaca seperti ini ternyata sangat menentukan,” tuturnya. (AYG)
Foto: Atlet Paralayang Kabupaten Purworejo mengikuti Wonogiri Paragliding Accuracy Competition sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026.





