Main di Film Sengkolo Petaka Satu Suro, Desainer Bayu Ramli Perankan Pak Lurah : Tayang di Bioskop Mulai 22 Januari

Jatengpress.com, Semarang – Desainer kondang asal Semarang, Bayu Ramli semakin memantapkan langkanya dalam menapaki dunia perfilman nasional.

Pendiri sekaligus pemilik pemandu bakat Exist Modelling, untuk kesekian kalinya terlibat dalam produksi film bioskop bergenre horor.

Kali ini, film berjudul Sengkolo Petaka Satu Suro garapan sutradara Deni Saputra, sukses diikuti Bayu Ramli, yang ketiban peran sebagai Pak Lurah.

Beradu akting dengan artis terkemuka nasional, bagi Bayu Ramli merupakan kebahagiaan dan tantangan tersendiri.

“Tantangannya adalah saya sangat senang sekali dan berterimakasih karena saya diberi kesempatan untuk bisa main dengan mereka. Ini merupakan satu pengalaman dan satu pembelajaran bagi saya untuk mengasah akting saya di jagat perfilman. Sebenarnya ada beberapa film yang saya terlibat tapi di sengkolo ini luar biasa,” kata Bayu Ramli.

Bayu Ramli sendiri tidak menduga, hasil film Sengkolo Petaka Satu Suro ini akan begitu bagus.

“Hasilnya saya tidak menduga. Pada saat saya di lapangan sana dan saya tidak mengira ternyata setelah hasil di gambar itu luar biasa. Dengan tata make up, tata lighting, pokoknya film ini luar biasa. Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada kepada teman teman yang sudah menggandengn saya untuk memberikan kepercayaan kepada saya untuk bisa terlibat dan bisa bersinergi dengan film film besar seperti ini,” papar Bayu Ramli.

Meski baru akan diputar di bioskop pada 22 Januari mendatang, namun pada Jumat (16/1/2026) sore, film Sengkolo Malam Satu Suro diputar khusus (premiere) di gedung bioskop Citra 21 Semarang.

Pemutaran film yang merupakan launching film tersebut dihadiri dua aktris pemeran utamanya, Aulia Sarah dan Agla Artalidia.

Film produksi MVP Pictures dengan produser Raam Punjabi, keseluruhan syutingnya berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah.

Film Sengkolo Petaka Satu Suro mengambil latar desa di tengah hutan di tepi pantai, dimana penduduknya menjadi nelayan.

Pemeran utama, Aulia Sarah memerankan sebagai Rahayu, seorang bidan desa, yang bersuamikan seorang nelayan, Cipto (diperankan Dimas Aditya).

Setelah suami dan anak laki-lakinya tewas tenggelam saat melaut akibat badai besar, Rahayu yang saat itu hamil, harus kehilangan bayi yang baru dilahirkannya.

Rahayu yang tidak mau kehilangan bayinya, apalagi sebelumnya dia sudah kehilangan suami dan anak laki-lakinya.

Dengan bujukan Marni, lantas dibawa ke dukun, Mba Badriyah.
Dari sinilah petaka diawali, Rahayu bisa mendapati anaknya hidup kembali setelah melalui ritual lintu jiwo. Bayi tersebut diberi nama Utari.

Namun Mbah Badriyah menuntut syarat, apabila kelak Utari sudah berumur 7 tahun, Rahayu harus membunuh dan mengambil janin bayi dari dalam perut ibu hamil setiap malam Jumat, sebanyak enam malam Jumat menjelang malam Satu Suro.

Disinilah horor mulai menyelimuti desa tersebut. Setiap malam Jumat menjelang Satu Suro, selalu ada ibu hamil yang meninggal dengan perut terbuka, dan bayinya sudah hilang.

Pak Lurah (diperankan Bayu Ramli) harus menenangkan warga desanya yang emosi dan melakukan unjuk rasa atas horor yang menyelimuti desa mereka.

Ratih yang merupakan adik Rahayu sendiri, nyaris menjadi korban ke tujuh, yaitu korban terakhir yang harus dibunuh oleh Rahayu pada tepat malam Satu Suro.

Namun atas perjuangan Ratih dan Rahayu yang tidak ingin adiknya menjadi korbannya, Ratih berhasil selamat atas pertolongan ustad.

Justru Rahayu dan Utari meninggal dunia dalam pertarungan melawan ustad dan para jamaah masjid.

Nyaris sepanjang durasinya, Film Sengkolo Petaka Satu Suro menyuguhkan adegan mencekam dan menegangkan.

Teror iblis yang merasuki Rahayu untuk membunuh ibu hamil guna mengambil bayi yang dikandung, diwarnai kejar-kejaran ibu hamil yang ketakutan, dan lari ke tengah hutan, merupakan puncak-puncak adegan menegangkan.

Meski demikian, ketegangan disisipi oleh guyuran humor yang terselip di film tersebut, melalui sosok dua Hansip desa, Nasrul (diperankan Ence Bagus) dan Bahar (diperankan oleh Burhan), yang sejenak bisa menurunkan eskalasi ketegangan. (Cip)