KARANGANYAR,Jatengpress.com— Perayaan Hari BPR-BPRS Nasional (HUT Perbarindo) Tahun 2026 di Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Mengusung tema “Belajar, Bertumbuh, dan Berani Bermimpi Bersama BPR-BPRS”, kegiatan yang digelar oleh Perbarindo PAC Karanganyar di area Car Free Day (CFD) Jalan Lawu, Karanganyar, Minggu (24/5), diisi dengan senam sehat, hiburan musik, serta edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung di kawasan Car Free Day Jalan Lawu, tepatnya di pusat keramaian Kota Karanganyar yang setiap akhir pekan menjadi ruang interaksi masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari dengan hadirnya pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat umum yang mengikuti rangkaian acara.
Ketua Perbarindo Kabupaten Karanganyar, Dr. H. Haryono, S.E., M.M. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tujuan kami adalah untuk edukasi, literasi, dan mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada pilihan permodalan yang cepat, mudah, murah, dan tidak ribet bagi usaha mikro, kecil, maupun menengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Perbarindo Karanganyar saat ini membawahi 12 BPR konvensional yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar. Menurutnya, keberadaan BPR menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan usaha dengan proses yang lebih sederhana dibanding perbankan umum.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa perbankan super mikro itu ada. Bahkan ada proses pinjaman yang bisa selesai dalam satu hari, yang mungkin sulit dilakukan bank umum,” katanya.
Selain memberikan layanan tabungan dan deposito, Haryono menegaskan bahwa seluruh simpanan nasabah di BPR dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan operasionalnya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Jadi masyarakat tidak perlu ragu. Tabungan dijamin LPS dan kami diawasi OJK,” tegasnya.
Dalam kondisi ekonomi yang masih menantang, PT Bank Daerah Karanganyar Perseroda juga mengambil kebijakan pro-rakyat dengan menurunkan suku bunga kredit. Bahkan, untuk kalangan ASN, suku bunga disebut bisa mencapai 0,4 persen.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat. Untung boleh, tapi jangan terlalu banyak. Yang penting usaha masyarakat tetap berjalan dan bank juga tetap sehat,” ungkap Haryono yang juga Dirut PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda)
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya memberikan berbagai keringanan bagi nasabah terdampak kesulitan ekonomi, seperti pembebasan bunga, denda, hingga penalti bagi nasabah tertentu di Bank Daerah Karanganyar.
“Kalau kondisinya memang sulit, terutama warga Karanganyar, kami beri keringanan. Bayar sisa pokok saja, bunga dan dendanya bisa kami bebaskan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Karanganyar Perseroda, Wisnu Wardana selaku anggota Perbarindo Karanganyar menilai momentum Hari BPR-BPRS Nasional menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antar-BPR dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, BPR memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar tetap memiliki akses pembiayaan yang sehat dan terjangkau.
“Semangat kebersamaan dalam Perbarindo ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat. BPR hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Wisnu juga menegaskan bahwa keberadaan BPR daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan fleksibel, terutama bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan modal usaha.
“Kami ingin BPR semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya soal layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal dan pendamping UMKM agar terus berkembang,” tambahnya.
Ia menambahkan, sinergi antar-BPR di Karanganyar selama ini berjalan baik, terutama dalam mendukung program pemerintah daerah dan memperkuat literasi keuangan masyarakat hingga tingkat bawah.
Tak hanya fokus pada sektor perbankan, kegiatan milad Perbarindo tahun ini juga diarahkan menjadi ruang kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas musik lokal. Dalam kegiatan di CFD Jalan Lawu tersebut, masyarakat juga dihibur penampilan band lokal dan sesi bernyanyi bersama.
Ke depan, Perbarindo Karanganyar berencana menggelar kegiatan rutin setiap akhir pekan dengan melibatkan band-band pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai wadah pembinaan kreativitas.
“Kami ingin tempat ini menjadi ruang kebersamaan dan hiburan masyarakat. Band-band lokal juga bisa berkembang dan lebih kreatif,” ujar Haryono.
Kegiatan ditutup dengan hiburan musik dan ajakan berjoget bersama masyarakat yang hadir dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. (Abdul Alim)






