Jatengpress.com, Wonogiri – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno didampingi Wakil Bupati Imron Rizkyarno dan jajaran Forkompida Kabupaten Wonogiri membuka kegiatan Napak Tilas Pangeran Samber Nyawa sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, Jumat (8/5).
Napak Tilas diikuti sebanyak 172 tim peserta, terdiri atas 22 tim pelajar dan 150 tim umum. Para peserta diajak menelusuri filosofi perjuangan Pangeran Samber Nyawa atau RM Said sebagai pedoman dalam berkarya dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka berjalan dari monumen Nglaroh yang berada di Kecamatan Selogiri menuju finish di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Dalam perjalananannya dengan jarak tempuh sekitar 9 km, mereka melewati area yang dulu kala RM Said berjuang. “Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan nilai dan semangat perjuangan yang diwariskan Raden Mas Said,” ujar Bupati

Kegiatan ini bukan seremoni belaka, melainkan digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan RM Said sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai luhur kepahlawanan kepada generasi muda dan masyarakat. Kegiatan menjadi refleksi semangat Tiji Tibeh, yakni Mukti Siji Mukti Kabeh, Mati Siji Mati Kabeh, yang mengandung makna kebersamaan dalam meraih keberhasilan maupun menghadapi tantangan bersama-sama.
Selain itu, Napak Tilas juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali filosofi luhur dalam Tri Dharma Raden Mas Said, yaitu Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkebi, dan Mulat Sarira Hangrasa Wani sebagai nilai luhur warisan yang tetap relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini.
Bupati menambahkan, kegiatan tersebut selaras dengan tema Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, yakni “Manunggal Sedya”. Melalui Napak Tilas, para peserta diharapkan dapat menempa fisik dan mental sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. “Dengan kemanunggalan tekad, Insya Allah kesuksesan akan menyertai kita sekalian,” pungkasnya.

Di hari yang sama juga digelar senam bersama yang dikolaborasikan dengan acara makan bakso gratis untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri digelar di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Jumat (8/5). Sebanyak 5.000 porsi bakso dibagikan cuma-suma bagi peserta dan masyarakat umum pagi itu. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara mengapresiasi para pengusaha bakso Wonogiri yang menggelar kegiatan bertajuk Stronger Together for Bakso Wonogiri, Bakso Wonogiri Mendunia tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong dan memotivasi para pelaku usaha bakso dan mie ayam asal Wonogiri yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia hingga mancanegara. Ia berharap semakin banyak generasi muda Wonogiri yang terjun menjadi pengusaha bakso dan mampu membangun ekosistem bisnis yang kuat serta bersinergi dengan sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kita dorong para pengusaha bakso Wonogiri terus bermunculan terutama dari generasi muda, untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mampu bersinergi dengan dunia pariwisata,” tandasnya.
Acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkayno dan jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri tersebut juga terdapat penyerahan bantuan sosial dari PMI Kabupaten Wonogiri untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sumur pantek bagi masyarakat.
PMI Wonogiri menyalurkan bantuan untuk delapan unit RTLH masing-masing sebesar Rp15 juta. Selain itu, PMI juga memberikan bantuan pembangunan empat unit sumur bor atau sumur pantek untuk irigasi pertanian dengan nilai masing-masing Rp30 juta.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Wonogiri atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat dan mendukung sektor pertanian. “Terima kasih kepada PMI Kabupaten Wonogiri yang pada kesempatan ini ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas RTLH dan bantuan sumur bor untuk irigasi pertanian,” katanya.
Selanjutnya, tema Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, yakni “Manunggal Sedya”, menjadi semangat untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Menurutnya, terdapat cita-cita besar untuk mewujudkan Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan melalui optimalisasi berbagai potensi daerah. Seluruh elemen masyarakat pun diharapkan dapat ikut berpartisipasi dan bersinergi dalam pembangunan daerah. (Pm)

