Jatengpress.com, Purworejo – RSUD dr. Tjitrowardojo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 pada Kamis (16/4/2026) di Ruang Auditorium rumah sakit setempat.
Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Transformasi Kesehatan dan Integrasi Teknologi Digital Guna Mewujudkan Standar Pelayanan Publik yang Lebih Berkualitas”.
Forum ini menjadi sarana strategis dalam membangun komunikasi dua arah antara rumah sakit dengan masyarakat, pemangku kepentingan, serta mitra kerja. Melalui forum tersebut, RSUD berupaya menyerap berbagai aspirasi, saran, dan masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes menegaskan komitmen pihaknya untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen melakukan transformasi layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan tetap mengedepankan keselamatan serta kepuasan pasien,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, RSUD juga meluncurkan sejumlah inovasi layanan berbasis digital sebagai bagian dari transformasi kesehatan. Di antaranya adalah Tjitra Mobile, aplikasi resmi rumah sakit yang memudahkan masyarakat mengakses layanan secara daring.
Selain itu, terdapat Sinar Neon (Sistem Informasi Hand Over Neonatus) yang mendukung keselamatan bayi melalui sistem serah terima yang terintegrasi, serta Sigab Nifas, sistem gerak cepat untuk optimalisasi handover ibu nifas guna menjamin kesinambungan pelayanan.
RSUD juga menghadirkan Simonika (Sistem Monitoring Notifikasi Jadwal Kemoterapi) dengan tagline “Arjuna Menyatakan Harapan” yang membantu pasien memantau jadwal kemoterapi secara tepat waktu.
“Inovasi ini kami hadirkan agar pasien, khususnya yang menjalani kemoterapi, dapat lebih terkontrol dan tidak terlewat jadwal pengobatannya,” tambah dr. Tolkha.
Tak hanya itu, inovasi lain seperti Sapa Pasien Bima memberikan layanan tindak lanjut melalui WhatsApp dalam waktu 48 jam setelah pasien pulang, serta Berlian (Bermain untuk Pemulihan dan Kesembuhan Anak) yang mengedepankan pendekatan bermain dalam proses penyembuhan anak.
Peserta forum yang terdiri dari unsur masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, media, hingga organisasi kemasyarakatan turut memberikan berbagai masukan konstruktif. Masukan tersebut mencakup peningkatan mutu layanan, kemudahan akses, hingga penguatan layanan berbasis digital.
“Melalui forum ini, kami berharap tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berkualitas tinggi,” pungkasnya. (Vale)






