Jatengpress.com, Wonogiri-Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan MCC dan YKPAI menggelar workshop interaktif live in bagi agamawan muda se-Kabupaten Wonogiri dengan tema “Agama-Agama Sebagai Sumber Kedamaian” yang dihelat pada Jumat – Minggu, 24-26 April 2026 di Hotel Tosan Solo Baru.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi.
Dalam sambutannya, Hariyadi menyampaikan bahwa kehadiran para peserta, khususnya agamawan muda, menjadi momentum penting dalam merawat dan memperkuat kerukunan umat beragama, khususnya di Wonogiri.
Ia menilai, meskipun kegiatan dilaksanakan di Sukoharjo, semangat yang dibangun tetap membawa dampak positif bagi wilayah Wonogiri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kondisi kehidupan umat beragama di Wonogiri saat ini berada dalam suasana rukun dan harmonis. Namun demikian, upaya penguatan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui pembinaan dan pelibatan generasi muda dalam dialog lintas agama.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kerukunan yang sudah baik dapat semakin indah, semakin kuat, dan semakin harmonis. Terlebih yang disasar adalah para agamawan muda, yang ke depan akan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tambahnya.
Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi dalam materi “Agama Sebagai Sumber Perdamaian” menyampaikan bahwa agama harus dihidupkan sebagai sumber nilai yang mendorong perdamaian, persaudaraan, persatuan, solidaritas, dan kepedulian.
Ia menekankan pentingnya kehadiran aktor-aktor sosial, termasuk kalangan agamawan muda, untuk menjadi penyambung pesan damai dan agen kerukunan lintas iman. Tanpa upaya ini, politik identitas bisa menjadi alat destruktif dalam situasi ekonomi dan politik yang tidak stabil.
“Semua agama mengajarkan kebaikan. Dalam Islam, Piagam Madinah menjadi bukti bahwa hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain bukan hanya mungkin, tapi merupakan prinsip yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Dialog lintas iman, menurutnya, adalah langkah nyata untuk memperkuat solidaritas dan mencegah konflik di akar rumput.
“Selamat kepada para agamawan muda yang hadir. Semoga pesan damai ini bisa terus dibawa ke lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Ketua Panitia Lokal, Mursidi yang sekaligus sekretaris FKUB Wonogiri menyampaikan peserta kegiatan di ikuti 50 agamawan muda dan perwakilan dari beberapa negara proporsional baik dari sisi jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) maupun sisi perwakilan masing-masing agama dan aliran kepercayaan.
“Sosialisasi dan berinteraksi dengan sesama tanpa memandang apapun selain kemanusiaan dan cinta sangat penting untuk dibiasakan agar mencegah konflik,” ungkap Mursidi.
Sementara itu, perwakilan Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Zaenudin mengatakan, dengan adanya workshop, diharapkan bisa mengawali dan menguatkan para agen perubahan yang membawa perdamaian bagi semua agama mulai dari sekarang hingga seterusnya.
Zaenudin mengungkapkan, sesi awal kegiatan workshop diisi dengan perkenalan, penyampaian harapan, dan juga seminar agama-agama kemudian FGD terkait ritual masing masing agama agar saling menghormati dan memahami.
“Memahami praktik ibadah masing-masing sangat penting untuk memperkuat toleransi,” ungkapnya.
Menurut Zaenudin, dalam program yang akan direalisasikan oleh Dialog Center, para peserta workshop bisa mengajak bersinergi para mitra seperti Bakesbangpol, FKUB dan lain-lain. (Pm)




