KARANGANYAR, Jatengpress.com — Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, memastikan ketersediaan pangan di Jawa Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi hingga berbulan-bulan ke depan. Hal itu disampaikan usai melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Triyagan, Mojolaban, Kabupaten Karanganyar, Kamis (30/4).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka masa reses untuk memantau langsung kondisi stok pangan, khususnya beras dan jagung, serta kesiapan fasilitas penyimpanan dan pengolahan.
Dalam peninjauan itu, Sriyanto menyebut stok beras di wilayah Surakarta mencapai sekitar 79.000 ton. Secara keseluruhan, ketersediaan pangan di Jawa Tengah dinilai melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Stok di gudang Surakarta sudah mencapai sekitar 79.000 ton. Secara umum di Jawa Tengah diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah berbagai potensi tantangan, termasuk ancaman fenomena iklim seperti El Nino. Ia juga menilai kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram turut mendorong peningkatan produksi.
Kebijakan tersebut, lanjutnya, berdampak positif terhadap semangat petani untuk kembali menanam padi, sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 370.000 ton.
“Dengan rata-rata penyaluran yang ada, stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan sampai sepuluh bulan ke depan,” jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan beras, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah, beras, dan jagung dari petani. Dalam waktu dekat, Bulog berencana menyalurkan cadangan jagung pemerintah untuk membantu peternak ayam petelur yang terdampak kenaikan harga pakan.
Di sisi lain, penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilakukan di pasar-pasar pemantauan guna menjaga stabilitas harga. Bulog juga mendapatkan alokasi distribusi minyak goreng Minyakita sebesar 35 persen dari kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO), yang turut disalurkan bersamaan dengan bantuan pangan beras.
Bulog bersama pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi pangan merata dan tepat sasaran, khususnya di wilayah yang membutuhkan intervensi harga.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan wilayah prioritas, sehingga pelaksanaan operasi pasar bisa lebih efektif,” pungkas Sri Muniati. (Abdul Alim)




