KARANGANYAR, Jatengpress.com — Hujan yang mengguyur wilayah Colomadu pada Minggu (15/3) tidak menyurutkan antusias warga untuk memanfaatkan momen pembagian takjil gratis yang digelar anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi PDI Perjuangan, Joko Pramono. Kegiatan yang berlangsung di Desa Gawanan, tepatnya di sebelah timur Pasar Gawanan, tersebut dipadati warga yang mengantre untuk mendapatkan paket takjil.

Berbagai menu takjil dibagikan secara gratis kepada masyarakat, di antaranya es teh, es kuwut, bubur lemu, es buah, kurma, serta sejumlah makanan ringan lainnya. Takjil disediakan di tiga tenda yang dijaga para relawan. Mereka dengan sabar melayani warga yang tertib mengantre untuk mendapatkan paket takjil.
Pada putaran terakhir kegiatan ini, jumlah paket takjil yang dibagikan mencapai sekitar 1.500 paket alias jauh lebih banyak dibanding putaran sebelumnya yang mencapai 800-1.000 paket. Warga dari berbagai daerah sekitar Colomadu bahkan turut memanfaatkan kesempatan tersebut.

Joko Pramono menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berbagi takjil keliling yang digelar selama Ramadan dengan berpindah-pindah lokasi namun di wilayah Kecamatan Colomadu.
“Ini merupakan putaran terakhir dari total 10 putaran yang sudah kita lakukan. Lokasinya berpindah-pindah,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terlihat dari cepatnya paket takjil yang habis dibagikan setiap kali kegiatan berlangsung.
“Walaupun hujan, minat masyarakat tetap tinggi. Biasanya setiap putaran, takjil yang kita bagikan habis tidak sampai 15 menit,” katanya.
Ia menambahkan, lokasi pembagian takjil sengaja dipilih di area yang tidak terdapat pedagang takjil. Hal itu dilakukan agar kegiatan sosial tersebut tidak mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang kaki lima (PKL).

“Lokasi kita sengaja jauh dari yang jualan takjil, agar rezeki mereka tidak terganggu. Jadi titik-titiknya sudah kita survei sebelumnya, tempatnya luas, representatif, dan tidak mengganggu pengguna jalan,” jelasnya.
Selain berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat. Menu takjil yang dibagikan merupakan hasil produksi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Masakannya dari UMKM setempat, sedangkan yang membantu pembagian adalah para relawan. Harapannya pelaku UMKM juga ikut terbantu karena dagangannya ikut kita beli dan dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Program berbagi takjil keliling ini merupakan kegiatan perdana yang digelar Joko Pramono selama Ramadan. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga tahun depan kegiatan ini bisa kita lanjutkan lagi,” tandasnya. (Abdul Alim)






