KARANGANYAR, Jatengpress.com— Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahap I kepada ribuan buruh rokok di wilayah setempat. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya mendukung kesejahteraan pekerja industri hasil tembakau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, kepada para pekerja di PT Attin Sigaret Indonesia yang berlokasi di Grumbulsawit, Jetis, Kecamatan Jaten, Selasa (17/3/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Junaidi Purwanto, menyampaikan bahwa total penerima manfaat BLT DBHCHT tahun 2026 mencapai 1.869 orang yang tersebar di sejumlah perusahaan rokok di Karanganyar.
“Penerima berasal dari beberapa perusahaan rokok, di antaranya PT Attin Sigaret Indonesia sebanyak 856 orang, PT Asia Marco Colomadu 39 orang, PT Gama Global Tobacco Colomadu 46 orang, PT Djarum SKT Wonorejo Kecamatan Gondangrejo 464 orang, PT Menara Kartika Buana Gondangrejo 154 orang, PT Pandu Mitra Selaras Gondangrejo 126 orang, PT Bakti Insan Kamil Gondangrejo 131 orang, serta perusahaan rokok Patriot Gondangrejo 42 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan antara Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Sosial kabupaten/kota, penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 dilakukan selama dua bulan dengan nilai bantuan Rp300.000 per bulan bagi setiap penerima.
Menurutnya, Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu daerah yang lebih awal melaksanakan penyaluran bantuan tersebut di Jawa Tengah.
Untuk tahap berikutnya, Pemkab Karanganyar juga telah merencanakan penyaluran BLT DBHCHT bagi buruh tani tembakau, petani tembakau, serta masyarakat kurang mampu. Penyaluran tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja sektor industri hasil tembakau yang selama ini berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pekerja, sekaligus menjadi stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus memastikan program bantuan sosial tersebut dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat juga penting untuk terus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (Abdul Alim)


