Ekonomi Warga Berjo Menggeliat, Libur Lebaran 2026 Jadi Momen ‘Panen’ Pedagang dan Ojek Wisata Jumog

KARANGANYAR, Jatengpress.com – Momen libur Lebaran 2026 membawa berkah melimpah bagi warga Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Lonjakan kunjungan wisatawan ke objek wisata Air Terjun Jumog tidak hanya mengisi pundi-pundi Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga lokal secara signifikan.

Berdasarkan data dari BUMDes Alam Berjo, selama tiga hari pertama libur Lebaran, tercatat sekitar 7.000 wisatawan memadati kawasan Air Terjun Jumog. Puncaknya terjadi pada Senin (23/3/2026) dengan jumlah kunjungan mencapai 4.500 orang dalam sehari.

Geliat ekonomi paling terasa di sektor kuliner dan suvenir. Para pedagang di sepanjang jalur menuju air terjun melaporkan peningkatan omzet yang sangat drastis. Direktur Utama BUMDes Alam Berjo, Sularno, mengungkapkan bahwa rata-rata pedagang mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah per hari selama masa liburan ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kunjungan cukup ramai. Untuk para pedagang di kawasan wisata, rata-rata omzetnya bisa menembus Rp4 juta per hari. Ini tentu menjadi angin segar bagi ekonomi warga,” ujar Sularno, Senin (23/3)

Selain pedagang, jasa transportasi lokal seperti ojek wisata juga merasakan dampak positif. Tingginya volume kendaraan pribadi yang membuat area parkir penuh memaksa sebagian wisatawan menggunakan jasa ojek untuk mencapai loket masuk.

Momen ini menjadi periode “panen” bagi warga yang bekerja sebagai tukang ojek. Mereka bekerja ekstra melayani antar-jemput pengunjung yang ingin menikmati keindahan ‘Surga Tersembunyi’ di lereng Gunung Lawu tersebut tanpa harus berjalan jauh dari lokasi parkir alternatif.

Meski terlihat ramai, pihak pengelola mengakui bahwa secara akumulatif terdapat sedikit penurunan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Sularno menilai faktor kondisi ekonomi makro menjadi alasan utama wisatawan lebih selektif dalam membelanjakan uangnya.

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada tren penurunan sedikit, kemungkinan besar karena pengaruh kondisi ekonomi saat ini. Namun, Jumok tetap menjadi magnet utama karena harganya yang masih sangat terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain Air Terjun Jumok, Telaga Madirda yang juga dikelola oleh BUMDes yang sama menunjukkan tren peningkatan meski volumenya hanya sekitar seperlima dari kunjungan di Jumok. Dengan akses yang mudah dan panorama alam yang asri, Ngargoyoso tetap mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Karanganyar bagi para pemudik. (Abdul Alim)