UMUKA Solo Resmi Satukan Akbid Nusantara Indonesia, Buka Delapan Program Studi Baru

Jatengpress.com, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo resmi melaunching penyatuan Akademi Kebidanan (Akbid) Nusantara Indonesia asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sekaligus membuka delapan program studi (prodi) baru. Launching digelar di Studitorium UMUKA Solo, Senin (2/2).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UMUKA, Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), perwakilan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), serta Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi.

Rektor UMUKA, Muh Samsuri, mengatakan pembukaan prodi baru merupakan bagian dari penguatan kelembagaan dan diversifikasi akademik untuk menyediakan pilihan studi yang lebih luas bagi masyarakat. Langkah ini juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan bidang keilmuan tertentu yang selama ini belum terlayani.

“Pembukaan prodi ini adalah wujud komitmen kami mengelola perguruan tinggi secara profesional dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh BPH dan PDM,” ujar Samsuri.

Delapan prodi baru yang dibuka meliputi Manajemen, Psikologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Hukum, serta D3 Kebidanan. Prodi-prodi tersebut sebelumnya masuk dalam kebijakan moratorium, namun dapat dibuka sebagai bonus penyatuan perguruan tinggi sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Samsuri menegaskan UMUKA telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Saat ini UMUKA memiliki sedikitnya 25 dosen bergelar doktor (S3), serta terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen melalui berbagai skema beasiswa.

“Sebagian dosen telah lolos beasiswa LPDP, PDDI, dan skema lainnya. Bagi yang belum, kami berikan subsidi hingga 50 persen biaya studi S3. Target kami, setiap tahun jumlah doktor terus bertambah,” jelasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, mengapresiasi akselerasi kelembagaan yang dilakukan UMUKA meski usianya belum genap empat tahun.

“Ini menjadi magnet bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Solo Raya dan Karanganyar karena pilihan program studinya semakin beragam,” katanya.

Aisyah menambahkan, LLDIKTI akan terus melakukan pendampingan dan pengawalan, khususnya terkait pemenuhan rasio dosen dan mahasiswa, serta proses akreditasi prodi dan reakreditasi institusi menuju predikat unggul.

Melalui penyatuan ini, mahasiswa Akbid Nusantara Indonesia yang sebelumnya berada di Sumatera Selatan dialihkan ke UMUKA Solo untuk melanjutkan studi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran UMUKA dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional. (Abdul Alim)

Terbaru