Jatengpress.com, Purworejo – Polres Purworejo komitmen untuk memberantas tindak kejahatan siber dan penipuan. Baru-baru ini Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap penipuan bermodus polisi gadungan yang telah menguras harta korban hingga puluhan juta rupiah.
Dalam hal ini, Satreskrim Polres Purworejo berhasil menangkap tiga tersangka. Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito mengungkapkan, peristiwa bermula pada 17 November 2025 lalu.
Korban yakni Subekti, warga Keseneng, mendapatkan telepon dari tersangka IM, 23, yang berpura-pura menjadi temannya yang sedang tertangkap polisi karena masalah surat kendaraan. Modus yang digunakan sangat rapi.
“Awalnya tersangka meminta uang jaminan Rp 2 juta. Namun tak berselang lama, tersangka lain berinisial RM, 37, menghubungi korban dan mengaku sebagai anggota kepolisian, menyatakan bahwa kendaraan tersebut adalah hasil curian,” ungkap Kompol Nana saat konferensi pers pada Selasa (3/2/2026).
Karena rasa solidaritas dan tekanan psikologis dari pelaku yang mengaku penegak hukum, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga mencapai Rp 87 juta. “Semua dana tersebut mengalir ke rekening penampung yang disediakan oleh tersangka NPOS, 30,” tambah dia.
Harapan korban untuk melihat temannya diantar pulang tak kunjung nyata. Menyadari dirinya telah menjadi korban tipu muslihat, Subekti lapor ke Polres Purworejo. Gerak cepat tim opsional akhirnya berhasil melacak dan membekuk ketiga tersangka yang diketahui berasal dari Karawang, Jawa Barat.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah ponsel yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Sementara dari pihak korban, polisi menyita bukti mutasi rekening dan tangkapan layar transaksi sebagai bukti kuat di persidangan.
Atas perbuatannya, ketiga pria asal Karawang ini dijerat dengan Pasal 492 atau 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) tentang Penipuan atau Penggelapan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan telepon yang mengatasnamakan keluarga atau teman yang sedang bermasalah dengan hukum, apalagi jika ujung-ujungnya meminta uang,” pesan dia. (han)






