Sinergi Spiritual Mahasiswa STABN Raden Wijaya: Mengukir Berkah Melalui Pendarasan Uṣṇīṣa Vijaya Dhāraṇī di Tahun Kuda Api

Jatengpress.com, Wonogiri – Memasuki gerbang Tahun Kuda Api 2026, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Raden Wijaya mengawali langkah melalui kedalaman spiritual.

Bertempat di Gedung Manjusri pada Rabu (18/2/2026), atmosfer khidmat menyelimuti seluruh ruangan dalam kegiatan bertema “Ngalap Berkah Pendarasan Uṣṇīṣa Vijaya Dhāraṇī”.  

‘’Agenda ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk mengasah ketenangan batin serta menghimpun energi positif sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,’’ jelas Kurnia Anggraini Humas Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Raden Wijaya.

Dijelaskan lebih lanjut, dedikasi luar biasa para peserta menjadi bukti nyata kekuatan spiritualitas dalam kegiatan ini, di mana pendarasan mantra suci dilakukan secara terus-menerus selama lebih dari 18 jam tanpa henti. Perjalanan spiritual ini dimulai tepat pada pukul 06.00 WIB dan baru berakhir saat keheningan malam menyentuh pukul 00.18 WIB.

Demi menjaga agar lantunan suci tetap menggema di setiap sudut ruangan, para mahasiswa bersama dosen dan staf membentuk sembilan kelompok estafet. Setiap kelompok, yang beranggotakan sekitar 20 orang, bertugas melantunkan mantra secara bergantian untuk memastikan ritme doa tetap terjaga dan tidak terputus sedetik pun.

‘’Sejatinya, momen ini merupakan puncak dari rangkaian perjalanan batin yang sudah dimulai sejak hari Selasa melalui prosesi pertobatan sebagai tahap pembersihan diri. Pembacaan mantra Uṣṇīṣa Vijaya Dhāraṇī sendiri dipandang sebagai praktik yang memiliki manfaat agung dalam tradisi Buddha, mulai dari pengikisan karma buruk dan menjernihkan pikiran, hingga menjadi pelindung agar terhindar dari kelahiran di alam rendah. Praktik bersama ini menjadi fondasi berharga bagi seluruh sivitas akademika STAB Negeri Raden Wijaya dalam upaya mereka meraih kebahagiaan sejati,’’ tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STABN Raden Wijaya, Dr. Sulaiman, Ph.D., memberikan penegasan bahwa pendarasan mantra ini adalah langkah awal sekaligus praktik nyata bagi umat Buddha untuk berproses. Beliau mengingatkan kepada peserta kegiatan bahwa tujuan akhir kehidupan umat Buddha, yakni Nibbana, mustahil dapat dicapai tanpa adanya sandaran yang kuat pada Triratna. Dengan keyakinan penuh, beliau menyampaikan bahwa Dharma memiliki keunikan tersendiri dalam menuntun setiap insan menuju kedamaian tertinggi, asalkan dijalankan dengan ketulusan dan disiplin spiritual seperti yang ditunjukkan dalam aksi 18 jam ini. (Pm)