Warga Pracimantoro Bahagia, Dibuatkan Jembatan Oleh Polres Wonogiri

Jatengpreas.com, Wonogiri – Pembangunan Jembatan Dungtemu di Dusun Dungtemu, Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro, yang dilaksanakan oleh Polres Wonogiri bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, mendapat apresiasi luas dari warga, guru, serta anak-anak sekolah. Jembatan tersebut telah resmi diresmikan pada 19 Desember 2025 dan kini dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat.

Warga Dusun Dungtemu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas selesainya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi akses utama berbagai aktivitas, mulai dari pertanian hingga mobilitas harian masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Wonogiri dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Dulu jembatan ini rusak dan membahayakan, sekarang sudah kuat dan nyaman dilalui. Aktivitas kami jadi lebih lancar,” ujar Edi Sulistiyo, salah satu warga Dusun Kranding.

Apresiasi juga datang dari kalangan guru di Desa Banaran. Para pendidik menilai pembangunan jembatan tersebut sangat membantu keselamatan dan kelancaran akses pendidikan, mengingat jembatan Dungtemu setiap hari dilalui para siswa menuju sekolah.

“Jembatan ini sangat vital bagi anak-anak sekolah. Sebelumnya kami selalu khawatir saat mereka berangkat dan pulang, terutama saat hujan. Sekarang kami merasa jauh lebih tenang karena aksesnya sudah aman,” ungkap Yuni Prihastuti, seorang guru MI Muhammadiyah Kranding saat di wawancarai pada Kamis (15/1/2026).

Sementara itu, kegembiraan turut dirasakan oleh anak-anak sekolah. Mereka mengaku senang karena perjalanan menuju sekolah kini menjadi lebih mudah dan tidak lagi licin atau berbahaya.

“Sekarang jalannya sudah bagus, kami tidak takut lagi saat lewat jembatan. Terima kasih Bapak Polisi dan Bapak Bupati,” ujar salah seorang siswa dengan penuh antusias.

Pembangunan Jembatan Dungtemu dinilai sebagai bukti nyata kepedulian Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat pedesaan.

Diketahui, sebelum direnovasi, kondisi jembatan mengalami kerusakan sekitar 75 persen, terutama pada lantai jembatan dari kayu glugu yang telah lapuk serta sisi tepi jembatan yang rawan membahayakan pengguna. Jembatan dengan panjang 21 meter dan lebar 2,5 meter tersebut direnovasi pada 11–14 Desember 2025 dengan melibatkan personel Sat Samapta Polres Wonogiri, gabungan anggota Polsek Pracimantoro, masyarakat Dusun Dungtemu, serta pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri.

Dengan diresmikannya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat, khususnya aktivitas pendidikan dan perekonomian warga, dapat berjalan lebih aman, lancar, dan berkelanjutan. (Pm)