Sehari Wonogiri  Digoyang Gempa Dua Kali

Jatengpress.com, Wonogiri- Hanya selang lima jam, wilayah KabupatenWonogiri digoyang gempa dua kali Selasa (27/1). Dari dua peristiwa tersebut tidak menimbulkan kerusakan. ‘’Sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban juwa,’’ kata Fuad Wahyu Pratama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri.

Fuad menhelaskan, gempa pertama pukul 08.20.44 dari  wilayah Pacitan, Jawa Timur. Gempa kedua terjadi pada pukul 13.15 Lokasi episenter darat, ±16 km arah timur Kabupaten Bantul, DIY, Kedalaman :11 km.

Informasi yang diterima BPBD Wonogiri, lanjutnya, gempa pertama memiliki magnitudo M 5,7 dengan pusat gempa berada di darat, 24 km arah Tenggara Pacitan, pada kedalaman 122 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

‘’Kondisi di Wonogiri, getaran gempa dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Wonogiri dengan durasi singkat. Berdasarkan laporan cepat dari relawan dan tim di lapangan, intensitas getaran dirasakan nyata di dalam rumah, namun tidak memicu kepanikan massal. Dampak Kerusakan: Hingga siaran pers ini diterbitkan pada pukul 09.30 WIB, BPBD Kabupaten Wonogiri menyatakan bahwa tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri akibat gempa tersebut. Kondisi infrastruktur vital terpantau tetap aman dan berfungsi normal.

Gempa kedua, masih kata Fuad,  berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Magnitudo : M4,5 yang berasal  ±16 km arah timur Kabupaten Bantul, DIY, Kedalaman  11 km, Jenis gempa  dangkal akibat aktivitas Sesar Opak

‘’Getaran gempa tersebut dirasakan di wilayah Kabupaten Wonogiri dengan skala intensitas II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh sebagian masyarakat dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan maupun korban jiwa di wilayah Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami,’ jelasnya.

Atas peristiwa ini BPBD Kabupaten Wonogiri mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, dan memastikan informasi kebencanaan hanya diperoleh dari sumber resmi BMKG. (Pm)