Banyumas, Jatengpress.com – Ditengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan penipuan dana nasabah Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Purwokerto senilai Rp24 miliar, seorang pekerja kedai di Kecamatan Jatilawang mendadak menjadi sorotan. Bukan karena keterlibatannya dalam kasus tersebut, melainkan karena rekening atas namanya disebut ikut masuk dalam penelusuran penyidik.
Empat orang yang dibuat pusing karena kasus tersebut, Tegar,Imam, Dini dan Diyah,
Menurut Tegar, ia terkejut saat mengetahui rekening miliknya dikaitkan dengan perkara yang kini menjadi perhatian publik. Ia mengaku tidak pernah membayangkan namanya akan terseret dalam kasus dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
“Saya kaget ketika tahu rekening saya disebut-sebut dalam kasus ini. Saya tidak pernah merasa melakukan transaksi yang berkaitan dengan dana sebesar itu,” ujarnya saat berada di Kantor Kuasa Hukum Peradi SAE Purwokerto, Kamis (11/06/2025).
Menurut pengakuannya, rekening tersebut dibuat untuk kebutuhan pribadi dan aktivitas sehari-hari. Ia mengaku tidak memahami secara detail sejumlah transaksi yang kini tengah ditelusuri aparat penegak hukum.
“Saya orang biasa, kerja di kedai. Kalau ditanya soal aliran dana atau transaksi besar, saya benar-benar tidak mengerti,” katanya.
Situasi itu membuatnya merasa tertekan. Selain harus menghadapi pemeriksaan, ia juga mengaku khawatir terhadap pandangan masyarakat yang bisa saja langsung menilai dirinya terlibat dalam kasus tersebut.
“Yang saya takutkan justru penilaian orang. Padahal sampai sekarang saya masih berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya saya ketahui,” tuturnya.
Kasus dugaan penipuan dana nasabah Bank Mantap Purwokerto sendiri terus bergulir. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan saksi serta menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Sejumlah rekening disebut menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh modus yang digunakan.
Di tengah proses hukum yang berjalan, pekerja kedai tersebut berharap fakta yang sebenarnya dapat segera terungkap. Ia mengaku siap memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik agar persoalan tersebut menjadi jelas.
“Saya hanya ingin semuanya terang. Kalau memang ada yang perlu saya jelaskan, saya akan kooperatif. Harapan saya, masyarakat juga bisa menunggu hasil penyelidikan dan tidak langsung menyimpulkan,” ucapnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik angka kerugian yang fantastis dan proses hukum yang kompleks, ada individu-individu yang turut merasakan dampak sosial dan psikologis ketika namanya ikut terseret dalam pusaran sebuah perkara yang belum sepenuhnya terungkap.






