Jatengpress.com, Semarang — Sebuah peristiwa memilukan terjadi di kawasan Jalan Alteri Yos Sudarso, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang sopir truk trailer dilaporkan meninggal dunia akibat ban truk yang ditambal, meletus dan menghantam kepalanya.
Korban diketahui bernama Harno Santoso (40), sopir truk trailer PT Mitra Sehati Tama, warga Dukuh Gunung Pring, Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Korban meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka berat di bagian kepala, setelah terkena hantaman velg dan ban yang terpental akibat letusan ban truk yang sedang dipompa menggunakan kompresor.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat korban menghentikan kendaraannya di tempat tambal ban untuk mengganti velg yang rusak, sekaligus menambalkan ban yang bocor. Proses perbaikan dilakukan oleh pekerja tambal ban dibantu rekan korban.
Setelah velg terpasang, pekerja kemudian melakukan pengecekan titik kebocoran dengan memompa ban dan menyiramkan air. Saat proses berlangsung, korban turut melihat kondisi ban dari jarak dekat. Namun secara tiba-tiba ban meledak keras hingga velg dan ban terpental mengenai bagian kepala korban.
Petugas Polsek Semarang Utara bersama Tim Inafis yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta melakukan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Semarang Utara Kompol Heri Sumiarso, S.H., M.H. menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat, khususnya pekerja bengkel serta pengemudi kendaraan berat, agar lebih mengutamakan keselamatan kerja.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Penanganan ban kendaraan berat memiliki risiko tinggi sehingga perlu dilakukan dengan prosedur keamanan yang benar dan penuh kewaspadaan,” ujar Kompol Heri.
Ia juga mengimbau agar para pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan kerja serta menjaga jarak aman saat proses pengisian tekanan angin pada ban truk berlangsung.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat maupun pekerja bengkel agar tidak mengabaikan standar keselamatan kerja. Gunakan alat pelindung diri dan hindari berada terlalu dekat dengan ban saat proses pengisian angin untuk meminimalisir risiko fatal,” tambahnya.
Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti ledakan ban yang merenggut nyawa korban. (CIP)



