Jatengpress.com, Magelang – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohamad Syafi’ Alieha, mengecam kasus serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktifis KontraS. Dia menilai, tindakan tersebut berindikasi premanisme politik.
“Jelas bahwa korbannya adalah orang yang ditarget sejak jauh hari, terkait aktifitas dan profesinya,” kata Savic Ali, sapaan akrab Mohamad Syafi’ Alieha, di Magelang, Sabtu (14/03/2026).
Dia menyebut alasan adanya indikasi tindakan premanisme politik. Karena korban merupakan aktifitas KontraS yang selama ini kritis terhadap sejumlah kebijakan negara. Misal, terkait kekerasan aparat.
“(Itu) jelas bukan kecelakaaan random. Ibarat orang, bukan klitih. Nggak ada sesuatu yang dirampok,” tandasnya.
Savic Ali merasa sangat prihatin atas kondisi Andrie Yusuf. Karena akibat siraman air keras itu sangat fatal dan bisa menimbulkan cacat permanen.
Dia mengecam keras atas peristiwa penyerangan tersebut karena tindakan itu sangat bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
“Dalam ajaran islam, memelihara jiwa keselamatan itu bagian dari tujuan agama. Tindakan (penyerangan) itu melanggar tujuan agama. Perlindungan terhadap hidup manusia,” tuturnya.
Karena itu, dia berharap, Polri yang tengah mereformasi diri, mestinya dapat segera menangkap pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut.
Yang kita tunggu, apakah aparat benar-benar serius untuk mengungkap kasus ini atau tidak. Sudah banyak kasus kejahatan yang lebih spesicated yang bisa diungkap oleh kepolisian.
“Saya kira tidak sulit kalau serius mau mengungkap kasus itu. Sudah ada data awal berupa rekaman CCTV. Kalau dilacak pasti ada CCTV di tempat lain yang menunjukkan di mana dengan sepeda motor pelaku masuk,” ujarnya.
Savic Ali mengaku khawatir menggejala kalau kasus ini tidak terungkap. Dapat terjadi di tempat lain, di kota seluruh Indonesia.
“Kalau ada orang tidak suka terhadap kebijakan negara atau aparat, kemudian diserang,” tukasnya.
Seperti diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.
Serangan penyiraman air keras itu menimbulkan lukas serius di sekujur tubuh. “Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, dan bagian mata,” kata Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya.
Menurut Dimas, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/03/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu, Andrie Yunus baru saja selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Jakarta.
Tema podcast itu adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Dimas menjelaskan, Andrie Yunus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkapnya.
Atas serangan penyiraman air keras tersebut, menurut Dimas, pihaknya menilai itu merupakan upaya membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. (TB)






