Perampok itu Mengancam Korban yang Sedang Terbaring Sakit

DUKA dan ketakutan masih menyelimuti rumah sederhana milik pasangan lansia di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Di usia yang tak lagi muda, Ibu Lasminah (60) dan suaminya, Danim (70), justru harus menghadapi peristiwa yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Pada Selasa (24/02/2026) dini hari, ketika suasana kampung masih sunyi dan sebagian warga terlelap, rumah mereka disatroni pencuri.

Pagi itu sekitar pukul 04.30 WIB, Lasminah sedang terbaring sakit seorang diri di rumah. Suaminya pergi ke masjid untuk menunaikan salat Subuh, rutinitas yang sudah biasa dilakukan. Dalam kondisi tubuh lemah dan tanpa pendamping, ia tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran dua pria tak dikenal yang masuk melalui pintu belakang rumahnya.

Belum sempat berbuat apa-apa, Lasminah sudah lebih dulu diancam dengan senjata tajam. Dengan nada mengintimidasi dan logat ngapak khas Banyumasan, salah satu pelaku memperingatkannya agar tidak berteriak. “Aja bengok, neng kene ora ana wong,” tiru Lasminah dengan suara bergetar saat menceritakan kembali kejadian itu kepada petugas. Dalam kondisi sakit dan ketakutan, ia hanya bisa pasrah menyaksikan kedua pelaku mengobrak-abrik isi rumahnya.

Lemari digeledah, barang-barang dibongkar. Sepasang anting emas seberat 2 gram raib dibawa kabur. Tak cukup sampai di situ, uang tabungan sebesar Rp400.000 yang disimpan rapi di dalam kaleng pun ikut digasak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp2,4 juta—jumlah yang tidak sedikit bagi keluarga lansia di kampung tersebut.

Kapolresta Banyumas, Petrus Silalahi, melalui jajaran Polresta Banyumas, memastikan bahwa laporan korban langsung ditindaklanjuti. Kapolsek Sumbang, AKP Basuki, menyampaikan bahwa tim Reskrim bersama Resmob telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi kini memburu para pelaku yang diduga telah lebih dulu mengamati kebiasaan warga sebelum melancarkan aksinya.

Meski tidak mengalami luka fisik, Lasminah mengaku masih diliputi rasa cemas setiap kali mengingat peristiwa tersebut. Rumah yang selama ini menjadi tempat paling aman baginya, kini terasa berbeda. Setiap suara kecil di waktu subuh membuatnya terbangun dengan perasaan waswas.

Kepolisian pun mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah untuk beribadah di waktu Subuh. Pintu dan jendela diminta selalu dipastikan terkunci rapat, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.