Jatengpress.com, Semarang – Satu arena olahraga padel hadir di Kota Semarang. Portres Padel Arena, yang berlokasi di jalan Sumbing 3, Gajahmungkur, menghadirkan tempat olahraga eksklusif dengan fasilitas lengkap.
Portres Padel Arena meliputi tujuh lapangan, empat di lantai 1 dan tiga lapangan lainnya di lantai 2. Desain arsitektur megah membuat arena ini menjadi terbesar dan termegah di Jawa Tengah.
Hal itu diakui ketua Perkumpulsn Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah, Arganto C Wibowo, pada soft opening Portres Padel Arena, Jumat (5/6/2026) sore, di jalan Sumbing nomor 3.
Hadir pada soft opening tersebut, Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang Fravarta Sadman, Chief Operating Officer (COO) Portres Padel Arena, Rico Wibowo, Komisaris Portres Padel Arena, Christian Sinudarsono, serta para kolega dan investor.

FIRST SERVE : Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang Fravarta Sadman, Chief Operating Officer (COO) Portres Padel Arena, Rico Wibowo, Komisaris Portres Padel Arena, Christian Sinudarsono, serta para kolega dan investor, saat melakukan seremoni first serve (servis perdana), menandai soft opening Portres Padel Arena, di Jalan Sumbing nomor 3, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026) sore. Foto : Sucipto
Lebih lanjut, Arganto menilai Portres Padel Arena merupakan salah satu lapangan padel terbaik di Jawa Tengah karena memiliki Adidas Court yang telah memenuhi standar internasional.
“Lapangan ini memiliki lisensi dari FIP. Sejauh yang kami ketahui, ini merupakan satu-satunya lapangan berlisensi FIP di Jawa Tengah. Bahkan jika dibandingkan dengan daerah sekitar seperti Yogyakarta maupun Jawa Barat, lapangan dengan spesifikasi seperti ini masih sangat jarang. Untuk saat ini, menurut saya, ini merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Tengah,” ujar dia.
Chief Operating Officer (COO) Portres Padel Arena, Rico Wibowo, mengatakan, arena yang dikelolanya memiliki tujuh lapangan padel berstandar internasional, dan memenuhi standar Federasi Internasional Padel (FIP). Salah satu fasilitas unggulannya adalah Adidas Court, lapangan padel yang dibangun sesuai spesifikasi internasional.
“Kami memiliki tujuh lapangan berstandar internasional, termasuk satu Adidas Court. Seluruh lapangan dirancang untuk permainan outdoor dan telah memenuhi standar Federasi Internasional Padel (FIP), dengan jarak bebas minimal tiga meter serta lebar antar-lapangan mencapai 3,5 meter,” ujar Rico, didampingi Komisaris Portres Padel Arena, Christian Sinudarsono.

POTONG TUMPENG : Komisaris Portres Padel Arena, Christian Sinudarsono menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, disaksikan Chief Operating Officer (COO) Portres Padel Arena, Rico Wibowo (tiga dari kanan) dan perwakilan investor, saat melakukan pemotongan tumpeng pada soft opening Portres Padel Arena, di jalan Sumbing no or 3, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). Foto : Sucipto
Menurutnya, spesifikasi tersebut membuat seluruh lapangan di Portres Padel Arena layak digunakan untuk pertandingan maupun aktivitas bermain padel di ruang terbuka.
Selain lapangan, Portres Padel Arena juga dilengkapi tribun berkapasitas sekitar 600 penonton.
berbagai fasilitas pendukung seperti studio pilates, gym, layanan fisioterapi, serta recovery setelah berolahraga padel, serta fasilitas pemulihan berupa jacuzzi dan cold plunge yang dapat digunakan pemain secara gratis.
Portres Padel Arena beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB. Untuk tarif sewa lapangan, diberlakukan harga flat sepanjang hari, yakni Rp200.000 per jam untuk seluruh court. Sementara itu, khusus Adidas Court, tarif yang dikenakan sebesar Rp300.000 per jam.
“Untuk saat ini kami menerapkan tarif flat dari pagi hingga malam. Seluruh court dikenakan tarif Rp200.000 per jam, sedangkan Adidas Court Rp300.000 per jam,” kata Rico.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto C. Wibowo, mengatakan olahraga padel di Jateng masih terus berkembang pesat.
Menurutnya, bertambahnya jumlah lapangan padel menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga tersebut. PBPI Jateng juga berupaya menjaga ekosistem padel agar dapat tumbuh secara sehat dan memberikan manfaat bagi atlet maupun pelaku usaha.
“Untuk itu kami sedang mengejar prestasi karena pada akhir tahun nanti akan digelar Porprov. Kami juga mengadakan Power Pro Exhibition sebagai bagian dari upaya pengembangan olahraga padel. Kami berharap hadirnya Portres Padel Arena, yang saat ini menjadi lapangan padel terbesar di Jawa Tengah, mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru melalui akademi maupun program pembinaan lainnya,” ujarnya.
Arganto menuturkan, PBPI Jateng saat ini juga terus melakukan pembinaan atlet di berbagai kota dan kabupaten sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Nantinya kami akan melakukan seleksi dari atlet-atlet daerah untuk membentuk tim Jawa Tengah. Pada akhir tahun ini kami akan menetapkan atlet-atlet yang kemudian akan menjalani program pelatihan lanjutan agar memiliki potensi lebih besar untuk bersaing di PON 2028,” bebernya.
Untuk di Jawa Tengah, Arganto menyebut jumlah titik lapangan padel saat ini telah mencapai sekitar 80 lokasi, serta Perkumpulsn Cabang di 25 kabupaten/kota. Ke depan, dipastikan jumlah perkumpulan tingkat cabang ini akan terus bertambah hingga seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. (CIP)





