Jatengpress.com,Purworejo-Pemerintah Desa Sidomukti, Kecamatan Bener, Kupaten Purrworejo, Jawa Tengah, mengikuti peluncuran nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara daring dari Gedung KDMP Desa Sidomukti, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan tersebut terhubung langsung dengan launching nasional yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kegiatan launching berlangsung sederhana namun penuh antusias. Perangkat desa bersama pengurus koperasi mengikuti jalannya acara secara virtual sebagai bentuk dukungan terhadap program penguatan ekonomi berbasis desa tersebut.
Kepala Desa Sidomukti, Imam Thobari, mengatakan kehadiran KDMP diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, khususnya pelaku UMKM dan sektor usaha kecil lainnya.
“Semoga keberadaan KDMP ini benar-benar bisa membantu masyarakat dan menjadi sarana untuk meningkatkan ekonomi warga Desa Sidomukti,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah sarana pendukung operasional koperasi juga telah dipersiapkan. Fasilitas itu meliputi kendaraan truk dobel, mobil pickup double cabin 4WD, serta kendaraan roda tiga yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas distribusi dan pelayanan koperasi.
“Kendaraan tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengangkutan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah anggota koperasi saat ini masih terbatas, yakni sekitar 30 hingga 50 orang. Menurutnya, kondisi itu disebabkan masyarakat masih membutuhkan sosialisasi lebih lanjut mengenai sistem dan mekanisme koperasi KDMP.
“Warga masih perlu memahami teknis koperasi ini, sehingga saat ini anggota yang bergabung masih sekitar 30 sampai 50 orang,” ujarnya.
Imam Thobari berharap ke depan KDMP mampu menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM desa agar perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat.
“Kami berharap UMKM di desa bisa ikut berkembang dan bersinergi bersama koperasi sehingga kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tambahnya.
Pada tahap awal operasional, KDMP Desa Sidomukti masih dijalankan oleh enam tenaga kerja yang fokus menangani kebutuhan dasar koperasi.
“Untuk sementara pegawai yang direkrut masih enam orang untuk kebutuhan pokok operasional,” pungkasnya. (AYG)




