Jelang Lebaran, Harga dan Stok Kepokmas di Kota Magelang Terkendali

Jatengpress.com, Magelang – Harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di wilayah Kota Magelang masih terkendali menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memastikan hal itu usai meninjau sejumlah titik strategis di Kota Magelang, Sabtu (07/03/2026).

Sehari sebelumnya, bersama jajaran OPD terkait dan perwakilan Forkompimda, Damar melakukan peninjauan antara lain,  di Distributor CV Baru Jaya, Terminal Tidar, agen elpiji PKK, Trio Plaza, serta Pasar Rejowinangun.

“Langsung kami bergerak ke distributor atau gudang stok bahan pokok. Alhamdulillah stok terjamin melimpah dan harga belum naik, masih di batas normal dan terjangkau,” kata Damar.

Selain memantau stok bahan pokok, rombongan juga mengecek kesiapan transportasi di Terminal Tidar. Hasilnya, harga tiket bus masih stabil dan armada dinyatakan siap melayani mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.

“Di Terminal Tidar harga tiket juga belum ada kenaikan. Bus-bus sudah siap semua dan terminal siap menyambut Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Damar juga memeriksa stok gas elpiji di pangkalan distribusi. Damar memastikan pasokan gas mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kota Magelang selama periode Lebaran tahun ini.

“Gas terpantau tercukupi. Kebutuhan masyarakat Insyaallah semua tercukupi,” katanya.

Terkait pasokan elpiji selama Ramadan hingga Lebaran, Damar menegaskan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi berbasis data dan akan ada penambahan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, di Trio Plaza, tim mengecek kelayakan produk makanan, termasuk parsel Lebaran. Dari hasil pemeriksaan, seluruh produk masih dalam kondisi baik dan jauh dari masa kedaluwarsa.

Peninjauan ditutup dengan pengecekan harga dan stok bahan pokok di Pasar Rejowinangun. Damar menyebut sebagian besar harga masih stabil dan tetap terjangkau masyarakat.

“Dari bawah sampai atas kebutuhan bahan pokok belum mengalami kenaikan yang berarti dan saya yakin masih terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, termasuk mengantisipasi potensi peredaran daging tidak layak konsumsi seperti daging gelonggongan.

Pengawasan dilakukan melalui tim dari Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang.

“Kami cek kondisi daging ayam dan sapi, asal-usulnya juga diperiksa. Sejauh ini dinyatakan baik, layak konsumsi, dan aman. Belum ada temuan pelanggaran,” katanya.

Namun, Damar mengakui harga cabai rawit merah masih relatif tinggi di pasaran. Saat ini komoditas tersebut mencapai sekitar Rp80.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi faktor produksi di tingkat petani serta kondisi cuaca yang banyak hujan. 

Sementara jenis cabai lain seperti cabai hijau dan cabai keriting justru cenderung turun di kisaran Rp16.000–Rp17.000 per kilogram. (TB)