Jatengpress.com, Semarang – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, memantapkan kesiapan fasilitas dan layanan penumpang, dalam menghadapi libur panjang Idul Fitri 1447 H/2006.
Berbagai langkah strategis dengan mengedepankan prinsip Safety (keselamatan), Security (keamanan), dan Services (kenyamanan), serta Compliance (pemenuhan terhadap aturan yang berlaku) selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran, telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran 2026.
Untuk semua pelayanan terhadap penumpang, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mulai menyediakan Posko Angkutan Lebaran yang akan dibuka mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026 di kompleks terminal bandara.
Pemantauan dan operasional keselamatan dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang merupakan suatu ruang pusat komando untuk memantau, mengendalikan serta mengoperasikan seluruh fasilitas baik di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside), secara real-time, melibatkan seluruh stakeholder bandara.
“Kami secara rutin melakukan pemastian performansi fasilitas, baik runway, taxiway, apron, Airfield Lighting (AFL) dan fasilitas lainnya. Kami juga memastikan kesiapan fasilitas yang dimiliki stakeholder bandara termasuk penanganan bagasi dan pelayanan maskapai,” ujar Sulistyo Yulianto selaku General Manager Bandara Internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (11/3/2026).
Untuk memastikan keamanan pengguna jasa selama periode Angkutan Lebaran 2026, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkatkan pengawasan bagi penumpang yang datang/berangkat melalui bandara baik penerbangan domestik maupun internasional, dengan menugaskan personel tambahan selama periode posko angkutan Lebaran sebanyak 288 personel keamanan, pelayanan, dan operasional, meliputi 258 petugas internal bandara dan 30 personel eksternal.
Dalam memastikan kenyamanan pengguna jasa dan menjaga Level Of Service (LOS), pihak bandara konsisten memastikan kondisi fasilitas tetap prima dan bersih serta menempatkan para petugas bandara yang proaktif dalam membantu kelancaran pelayanan untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang, bagasi, dan kendaraan.
Suasana Ramadan-Idulfitri juga dihadirkan melalui kegiatan pembagian takjil, penampilan musik serta pemutaran instrumen bernuansa religi, dan dekorasi yang menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.
“Rangkaian program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada operasional penerbangan, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan di bandara,” ujar Sulistyo Yulianto.
Dari sisi pemenuhan terhadap aturan yang berlaku (Compliance), Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang juga berkomitmen memastikan pengelolaan bandara senantiasa memenuhi standar regulasi dan standar internasional yang berlaku.
Manajemen bandara juga aktif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar seluruh keputusan operasional dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. (CIP)







