Ratusan Penari Ramaikan Baruna Dance Festival Tegal 2026

Jatengpress.com, Kota Tegal – Ratusan penari turut meramaikan gelaran Baruna Dance Festival (BDF) Tegal tahun 2026 yang digelar di Taman Budaya Tegal (TBT), Sabtu (6/6/2026).

Ratusan penari tersebut tergabung dalam 17 penampil yang menyuguhkan berbagai karya tari dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia Tahun 2026.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, membuka langsung gelaran tersebut. Kegiatan juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Dewi Umaroh, Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Tegal Budi Saptaji dan istri, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Suriali Andi Kustomo, serta para pelaku seni dan masyarakat.

Ketua Panitia Baruna Dance Festival, Panji Pramayana, mengatakan festival tersebut melibatkan sekitar 100 penari dari 17 penampil. Menurutnya, BDF menjadi ruang apresiasi bagi para pegiat seni tari sekaligus momentum peringatan Hari Tari Dunia yang tahun ini pelaksanaannya diundur dari jadwal semula.

“Baruna Dance Festival merupakan perayaan Hari Tari Dunia yang sedianya dilaksanakan pada 29 April. Namun karena berbagai aktivitas, baru dapat dilaksanakan pada 6 Juni ini dan mudah-mudahan ke depan bisa kembali digelar setiap 29 April,” ujar Panji.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Suriali Andi Kustomo, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan festival yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti semakin berkembangnya seni tari di Kota Tegal berkat dukungan berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Sanggar Seni Perwitasari Kota Tegal, para pelaku seni, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seni tari memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi muda.

“Tari bukan sekadar gerakan tubuh yang indah. Tari merupakan bahasa budaya yang mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan, sejarah, identitas, dan kearifan lokal kepada generasi penerus,” kata Dedy Yon.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian seni budaya menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, penyelenggaraan Baruna Dance Festival memiliki arti penting sebagai ruang ekspresi, apresiasi, sekaligus edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemerintah Kota Tegal, lanjut Dedy Yon, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Melalui festival tersebut, ia berharap lahir talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Kota Tegal di tingkat regional, nasional, hingga internasional serta memperkuat ekosistem seni budaya di Kota Tegal.(*)