Jatengpress.com, Borobudur – Bakti sosial berupa pengobatan gratis mengawali perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE yang diselenggarakan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) di kompleks Taman Wisata Borobudur, Sabtu-Minggu (23-24 Mei 2026).
Wakil Ketua DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), Karuna Murdaya, mengatakan, Waisak menjadi momentum bagus untuk kita refleksi dan memperkuat kepedulian sosial.
“Target kita 10.000 peserta, meskipun target sebanyak itu mungkin tidak akan tercapai,” katanya, dalam jumpa pers di kompleks Taman Wisata Borobudur, Jumat (22/05/2026) sore.
Karuna menyebut detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada pukul 15⁰.44′.44″.
Dengan mengambil tema “Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan”.
Maknanya, menekankan pentingnya moralitas dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan menjadi kunci mewujudkan perdamaian.
Dampak Ekonomi
Gistang Richard Panutur, Direktur Komersial PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, mengatakan, dampak sosial ekonomi perayaan Waisak bagi warga sekitar cukup besar.
Dia menyebut, berdasarkan hasil riset mengenai dampak ekonomi perayaan Waisak tahun lalu mencapai Rp 134 miliar. Untuk itu, pada perayaan Waisak 2026, segala sesuatunya dipersiapkan lebih baik.
“Agar para pengunjung Borobudur dapat menikmati apa saja yang disajikan di sela Waisak,” ujarnya.
Tahun ini, pihaknga menambah lampu penerangan di 80 titik di sepanjang jalur dari Kampung Seni Borobudur (KSB) menuju Marga Utama. Agar sepulang menonton penerbangan lentera pada malam hari, tidak kegelapan.
Dalam KSB itu terdapat area parkir yang mampu menampung 448 mobil dan 450 motor. “Selain itu kami juga bekerja dengan masyarakat sekitar
Selain itu, pihaknya juga menambah electric vehicle untuk mengangkut pengunjung. Sebab jarak dari tempat parkir sampai lokasi penerbangan lentera cukup jauh, sekitar 800 meter.
Juga menambah jumlah personel yang bertugas memberikan petunjuk jalan bagi pengunjung. Agar pengunjung tidak bingung ketika berada di area Candi Borobudur yang membentas sekitar 80 hektare.
Gistang memperkirakan, jumlah pengunjung selama bulan Waisak bisa mencapai 100 ribu orang. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan naik dari 6 persen (2025) menjadi 11 persen (2026). (TB)






