Festival Dolanan Anak di Unnes Pertahankan Budaya dan Kearifan Komunikasi Anak : Mereka Tinggalkan Gadget dan Memilih Bermain Bersama di Pelataran Rumah

Jatengpress.com, Semarang – Sejumlah bocah usia sekolah dasar nampak asik bermain dengan ponsel masing-masing. Tidak ada satupun interaksi dan  komunikasi lisan antarmereka. Suasana pun sepi. Hening.

Sesaat kemudian, satu di antara mereka bersuara, mengajak teman-temannya untuk bermain bersama, agar terjalin keakraban di antara mereka.

Dengan kesadaran diri, mereka serentak meninggalkan gadget yang selaka ini mereka genggam. Ditaruh di lantai, lantas dengan wajah penuh ceria, mereka bermain bersama. Dengan ceria dan gembira mereka bermain dolanan anak, Cublek-Cublek Suweng diiringi lagu Jawa tersebut.

Itulah salah satu pementasan yang dimainkan oleh tim peserta pada Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026, yang berlangsung di pendapa Kampung Budaya, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (19/5/2026) lalu.

Dolanan yang ditampilkan oleh peserta dari SD Petompon Kota Semarang merupakan salah satu aktualisasi harapan akan kembali bersatunya anak dengan kearifan budaya lokal anak, yaitu bermain dan berinteraksi bersama teman-teman, tanpa dilibas oleh era digitalisasi yang mengungkung anak dengan gadget.

Sejumlah dolanan anak lainnya juga dipertunjukkan dalam festival tersebut secara apik, di antaranya Seladur yang dimainkan oleh tim dari SD Kalicari 03, serta tari tarian dari tim SD Labschool Unnes.

LOMBA KETAPEL : Peserta saat membidikkan ketapel, pada Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026, yang digelar di Kampung Budaya, FBS Unnes, Sekaran, Gunungpati, Selasa (19/5/2026). Foto : Sucipto

Uniknya, selain dibawakan dengan penuh kelincahan, semua bahasa yang digunakan selama festival dolanan anak tersebut adalah bahasa Jawa.

Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026 di Kampung Budaya, FBS  Unnes di kampus Sekaran Gunungpati, diikuti oleh tim dari 16 sekolah dasar (SD) di Kota Semarang, dengan juri dua orang pakar dari FBS Unnes, dan satu praktisi seni budaya di Kota Semarang. Selain festival dolanan anak, juga diadakan lomba mainan tradisional ketapel.

Selain itu juga digelar folklore (gelar budaya tradisional pakaian adat, dongeng, cerita rakyat, permainan tradisional) yang ditampilan oleh mahasiswa FBS.

Ketua panitia Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026 Unnes, Prof DR Nana Kariada Tri Martuti MSi mengungkapkan, festival dolanan anak dan festival folklore Unnes rencananya dijadikan sebagai agenda tahunan Unnes.

“Karena visi Unnes selain internasional juga salah satunya  konservasi. Salah satu dari tiga pilar konservasi adalah seni dan budaya. Di sinilah kami menyelenggarakan festival dolanan anak dan folklore ini dengan harapan mengenalkan kembali nilai-nilai seni budaya ke anak anak,” kata Prof Nana.

Selain pengenalan kembali kepada budaya tradisional adiluhung dari nenek moyang, festival dan lomba dolanan anak ini juga diharapkan mampu membangun penguatan karakter, sportifitas, kreativitas dan inovasi anak-anak.

“Apalagi ini era digital luar biasa, kami ingin anak-anak tidak hidup dengan dirinya sendiri, tapi dengan dolanan anak ini, bagaimana mengenalkan teman, gotong-royong, supaya tidak asyik dengan gadgetnya. Terutama dengan aturan pemerintah bahwa di bawah usia 16 tahun ini tidak diperkenankan punya akun medsos. Nah diharapkan dengan pelarangan (anak-anak memiliki akun medsos) ini anak-anak bisa mengalihkan untuk kembali kepada interaksi dengan temannya. Di dolanan anak,” ujar Prof Nana.

Hal lain yang penting pada festival tersebut, lanjut Prof Nana, anak-anak ditekankan untuk menggunakan  bahasa Jawa dalam komunikasi selama festival.
“Mereka bermain dengan bahasa Jawa. Bahasa ibu. Meski bahasa Jawa Ngoko, yang penting anak anak mengenal kembali bahasa itu,” lanjut Prof Nana.

Dari festival dan lomba dolanan anak tersebut, keluar sebagai juara I dolanan anak adalah SDN Mangunsari 01 , disusul SDN Pakingelan 02 sebagai juara 2, dan SD  Labschool sebagai juara 3.
Sedangkan lomba ketapel, juara 1 tunggal putra diraih SDN Sekaran 02, disusul SDN Labschool Unnes dan SDN Polaman sebagai juara 2 dan juara 3.

Juara 1 tunggal putri ketapel diraih SDN Petompon 02, disusul SDN Sekaran 02 dan SDN Sadeng 02 sebagai juara 2 dan 3.

Di nomor ganda ketapel, SDN Petompon 02 keluar sebagai juara 1, disusul juara 2 SDN Randugarut dan juara 3 diraih SDN Ngaliyan 02.
Para pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan, tropi, dan piagam penghargaan.  (CIP)