Jatengpress.com, Borobudur – Untuk tahun ke-4, puluhan Biksu Tudhong berasal dari berbagai negara akan ikut mengikuti perayaaan Tri Suci Waisak 2570 BE / 2026 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu 31 Mei mendatang.
Ketua Indonesia Walk for Peace 2026, Sanjaya, mengatakan, rombongan 50 biksu tudhong, 43 di antaranya dari Thailand, ditambah dari Laos, Malaysia dan Indonesia.
Dari Pulau Dewata, para biksu tadi dilepas oleh Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i, serta Gubernur Bali I Wayan Koster.
Mereka berjalan kaki untuk menempuh perjalanan sejauh 666 kilometer, dari Singaraja, Bali, melintasi sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kamis (21/05) kemarin sudah sampai Ngawi, dan Sabtu (23/5) besok sudah tiba di Solo. Dijadwalkan akan sampai Borobudur Kamis (28/05) mendatang.
“Direncanakan rombongan biksu itu diistirahatkan di Vihara Mendut, dan akan disambut panitia Waisak hari Sabtu, 30 Mei nanti,” terang Sanjaya, dalam konferensi Pers di kompleks Taman Wisata Borobudur, Jumat (22/05/2026).
Dia mengatakan, perjalanan spiritual para biksu tersebut membawa pesan “Perdamaian dan Kemanusiaan harus tetap dijaga bersama”.
Kegiatan bertajuk “Indonesia Walk for Peace” ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari ritual ibadah umat Buddha, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perdamaian, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.
“Pesan ini selaras dengan nilai Waisak. Welas asih, toleran dan persaudaraan. Karena kita benar-benar berada di area tantangan global yang berbeda,” imbuh Sanjaya.
Jadi, menurut dia, semangat yang diangkat dari perjalanan panjang itu adalah Bhineka Tunggal Ika yang digulirkan dari Bumi Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Yaitu, saling menghormati dan hidup berdampingan dalam damai.
Dirjen Bimas Buddha Kemeterian Agama RI, Supriyadi, mengatakan, perayaan Tri Suci Waisak memiliki keunikan yang menarik, sehingga pemerintah memberikan support dan fasilitasi.
“Jadi agenda penting keagamaan yang diharapkan bisa membangkitkan semangat kebersamaan, toleransi dan kerukunan para umat,” tuturnya. (TB)


