Jatengpress.com, Semarang – Arena keramaian menjelang tahun baru Imlek khas Semarang, Pasar Imlek Semawis 2026 akan digelar di kawasan Pecinan, Semarang.
Pasar Imlek Semawis, event wisata, budaya, dan kuliner tahunan, digelar oleh Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata), dengan pelaksana Capung Organizer, pada tahun ini akan kembali digelar di Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Jumat sampai Minggu, 13 sampai 15 Februari 2026, sebagai keramaian menyambut Tahun Baru Imlek 2577.
Sebagai niatan akan digelarnya keramaian rakyat tersebut, Kopi Semawis mengawalinya dengan menggelar tradisi Ketok Pintu. Tradisi ini sebagai maksud permisi dan memohon restu dan ijin dari warga Pecinan khususnya, bahwa akan digelar keramaian pasar Imlek di kawasan tersebut.
Ketok pintu dilaksanakan dengan bersama-sama berjalan kaki di kawasan Pecinan, sambil menyebarkan brosur akan dilaksanakannya Pasar Imlek Semawis 2026. Rombongan singgah ke kelenteng-kelenteng di kawasan Pecinan, untuk sejenak mengungkapkan doa permohonan kepada Thian.
Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim menerangkan, Pasar Imlek Semawis 2026 bertepatan dengan menyambut tahun Kuda Api 2577 Imlek, mengambil tema ma dao cheng gong, yang artinya Kuda Datang, Sukses Menjelang.
Pada gelaran pembukaan Pasar Imlek Semawis Jumat (13/2/2026) malam, tamu undangan akan dijamu hidangan dengan tradisi tuk panjang atau meja panjang. Ini nenggali dari tradisi kuna keluarga Tionghoa yang berkumpul pada perayaan tahun baru Imlek, yaitu makan bersama dengan menghadapi satu meja panjang. Tamu undangan dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, maupun organisasi Tionghoa akan dijamu di tuk panjang.
“Di Tuk Panjang ini nanti akan disajikan makanan khas Muslim dari Provinsi Sin Chiang Tiongkok,” ungkap Harjanto Halim, di sela-sela acara Ketok Pintu, Minggu (7/2/2026).
Pada acara pembukaan Pasar Imlek Semawis kali ini warga Pecinan khususnya Kelurahan Karanggan Semarang, antusias untuk menampilkan opera yang menceritakan tentang toleransi dan keberagaman di Pecinan, khususnya Pasar Gang Baru, dengan iringan kolaborasi musik tardisional dan modern dikemas dengan menarik dari alur cerita hingga atraksi wushu dan seni beladiri.

BARONGSAY : Kesenian barongsai saat mengawal prosesi Ketuk Pintu, Sabtu (7/2/2026). Ketok Pintu merupakan prosesi memohon ijin kepada lingkungan, dengan berkeliling Pecinan, sekaligus memberi kabar kepada warga tentang akan diadakannya Pasar Imlek Semawis 2026, Jumat-Minggu, 13-15 Februari 2026, di Jalan Gang Pinggir hingga Jalan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang Tengah. Foto : Sucipto
Pada arena Pasar Imlek Semawis selama tiga hari nantinya juga akan ditampilkan aneka seni dengan melibatkan kreativitas anak-anak muda, ada penampilan dengan cosplay Jepang.
“Juga ada pembagian air suci dari lima kelenteng, yang akan dibagikan oleh sosok karakter Jay Sen Ya (Dewa Uang),” kata Harjanto Halim.
Penutupan jalan untuk persiapan dan pelaksanaan PIS 2026 mulai tanggal 11 Februari pukul 18.00 WIB,dan akan dibuka kembali pada tanggal 16 Februari 06.00 WIB.
Arena Pasar Imlek Semawis akan berisi stand-stand yang akan menampilkan bazar produk-produk unggulan Pecinan, kuliner dan pernak pernik Imlek, menampilkan berbagai macam produk-produk unggulan Pecinan mulai dari kuliner khas seperti lunpia, kue moho, kue keranjang, kue mochi, bakcang, aneka manisan, nasi ayam, wedang tahu, siomay, mie titte, tahu pong, nasi campur, dan lainnya.
“Kerajinan batu seperti cobek dan alu, pernak-pernik khas Imlek seperti lampion, barongsai mini, baju qibao, kebaya encim, boneka, souvenir, tas, aksesoris, lukisan, patung, handycraft, snack import dan lain-lain,” kata Harjanto Halim.
Beragam seni dan budaya tradisional juga akan menghibur pengunjung secara gratis, di antaranya pertunjukan kesenian dan kebudayaan Tionghoa Wayang Potehi, merupakan pertunjukan boneka atau wayang semacam wayang golek yang dimainkan di atas panggung kecil dan mempertontonkan berbagai kisah klasik China.
Pertunjukan ini tampil setiap hari pukul 15.00 dan 19.00 WIB dengan lakon “Sun Go Kong Perjalanan ke Barat”.
Barongsai merupakan kesenian asal Tiongkok yang populer di Indonesia,myang dipastikan melengkapi keramaian Pasar Imlek Semawis. Pertunjukan ini tampil setiap hari pukul 17.00, 19.00 dan 21.00 WIB.
Kesenian lain, Xiang qi atau catur gajah khas Tiongkok, sketsa post card, serta tarot.
Untuk memberikan kenangan kepada pengunjung, di arena Pasar Imlek Semawis 2026 juga akan ditampilkan spot-spot untuk selfie bersama.
Salah satunya adalah keberadaan karakter cheng gee, yang siap diajak berselfie oleh pengunjung.
Cheng gee adalah karakter berbusana tokoh-tokoh pahlawan atau dewa dewi legenda Tionghoa. Biasanya dengan berbagai macam karakter antara lain Dewa – dewi, Binatang 12 shio, karakter Kera Sakti, dan lainnya.
Pengunjung yang berminat dapat berselfie dengan puluhan Cheng gee yang setiap harinya akan berkeliling di area Pasar Imlek Semawis 2026 pukul 18.00 sampai selesai.
Selain berselfie dengan puluhan Cheng Ge, di Pasar Imlek Semawis 2026 pengunjung juga dapat berselfie dengan tokoh-tokoh wayang orang sebagai simbol keberagaman budaya di Pecinan Semarang, yang terdapat di dalamnya tidak hanya unsur Tionghoa tapi juga ada unsur Jawa dan Arab yang berkembang hingga saat ini.
Pengunjung yang berminat dapat berselfie dengan tokoh wayang orang yang setiap harinya akan berkeliling di area Pasar Imlek Semawis 2026 pukul 18.00 sampai selesai.
Hari Minggu, tanggal 15 Februari 2026 di area terbuka Ganh Pinggir akan ada pertunjukan opera jalanan mengangkat cerita “Perjalanan Sun Go Kong ke Barat” pukul 19.30 WIB. (CIP)






