Jelang Tahun Baru Imlek, TITD Budi Luhur Sakti Gelar Ritual Ciswak dan Po Un : Buang Sial dan Mohon Berkah di Tahun Kuda Api

Jatengpress.com, Semarang – Pagi itu, Minggu (1/2/2026), suasana Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Budi Luhur Sakti nampak lebih ramai dari biasanya.
Ratusan pejingsim (umat) mendatangi kelenteng yang berlokasi di Jalan Arteri Lingkar Tanjung Mas, Panggung Lor, kawasan Tanah Mas, Semarang.
Kimsin utama atau dewa tuan rumah di Kelenteng Cing Te Miao Budi Luhur Sakti adalah Dewa Pintu, dengan sebutan Thay Co Thay Gwan Swie Otti Kiong.
Di halaman kelenteng yang memiliki nama lain Cing Te Miao, kendaraan umat nampak penuh berjejer rapi, menandakan sedang ada kegiatan besar di kelenteng tersebut.
Di dalam kelenteng, Lianny adalah salah satu sosok yang paling sibuk. Bersama pengurus dan umat yang lain, ia nampak melakukan berbagai aktivitas.
Ya, pagi itu, di Kelenteng Cing Te Miao Budi Luhur Sakti baru saja dilaksanakan ritual Ciswak dan Po Un, sebuah ritual penting bagi warga Tionghoa setiap menjelang datangnya tahun baru Imlek. Ciswak dan Po Un kali ini dilaksanakan menyambut datangnya tahun 2577 Imlek yang bertepatan dengan shio Kuda Api. Tahun baru Imlek 2577 sendiri bertepatan dengan 18 Februari 2026.
Di dalam kelenteng pun, dipenuhi deretan tumpukan desaji dan piranti ritual Ciswak dan Po Un.m
Wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Yayasan TITD Cing Te Miao Budi Luhur Sakti ini, lantas menerangkan digelarnya ritual Ciswak dan Po Un pagi itu.

“Ini baru saja selesai sembahyang dan ritual Ciswak dan Po Un. Tadi dipimpin dengan Liam king (pembacaan doa-doa) sama Romo Oei Pekin,” tutur Lianny kepada Jatengpress.com.
Ritual ini dilaksanakan sebelum datangnya tahun baru Imlek, pada momen sebelum sin bing naik.
Sin bing naik adalah salah satu hari penting dari rangkaian sebelum tahun baru Imlek tiba. Sin bing adalah para dewa dan dewi yang ada di kelenteng, yang keberadaannya diwujudkan dalam bentuk kimsin atau rupang. Beberapa hari sebelum hari raya tahun baru Imlek, para sin bing ini diantar naik ke langit melalui sembahyang umat.
Naiknya para sin bing ke langit, dengan membawa catatan amal perbuatan umat, untuk dilaporkan kepada Thian (Tuhan).


Lianny lantas menerangkan dua ritual yang digelar pagi itu.
Ciswak merupakan ritual buang sial. Bagi orang yang shio nya jiong atau bertentangan dengan shio kuda, maka sebaiknya melakukan Ciswak atau buang sial.
Ciswak dilakukan supaya hidupnya di tahun kuda nanti menjadi baik, aman, dihindarkan dari musibah.
Sedangkan po un merupakan ritual mohon berkah. Ini dilakukan oleh orang yang shio nya tidak jiong dengan shio tahun kuda.
“Ciswak untuk tolak balak, kalau po un untuk memohon berkah. Kalau yang kena jiong tahun maka dia melakukan ciswak, kalau yang tidak jiong, maka po un,” ujar Lianny.

Pada ritual Ciswak dan Po Un di TITD Cing Te Miao Budi Luhur Sakti tahun ini, diikuti lebih dari 1.055 nama orang yang didaftarkan.
“Ada 1.055 yang mendaftar untuk diikutkan dalam ritual Ciswak dan Po Un, belum termasuk yang umum yang datang langsung pada pagi ini.
Lianny lantas menyampaikan harapannya pada kehidupan di tahun Kuda Api 2577 Imlek nanti, agar kehidupan semua orang menjadi lebih baik.
“Tahun kuda api semoga tahun depan lebih baik. Karena sekarang kondisi serdang tidak menentu. Banyak bencana. Harapan tahun depan lebih damai, dihindarkan dari bencana, tidak ada wabah,” tutur dia. (CIP)