BULOG Dorong Campus Preneur Jadi Model Penguatan Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Jatengpress.com— Perum BULOG mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam ekosistem pangan nasional melalui program BULOG Campus Preneur. Program tersebut dinilai dapat menjadi model kolaborasi antara kampus dan sektor pangan dalam mendukung implementasi kebijakan nasional, termasuk pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pangan.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI ke Universitas Sebelas Maret, Kamis (12/6).

Kegiatan yang berlangsung di kampus UNS Surakarta itu merupakan forum dengar pendapat dan penyerapan masukan dari akademisi serta pakar pangan terkait pembahasan RUU tentang Pangan. Acara dibuka oleh Wakil Rektor UNS Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi, Irwan Trinugroho, serta dihadiri unsur legislatif, akademisi, pakar pangan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan bahwa penyusunan RUU tentang Pangan membutuhkan partisipasi publik yang luas, termasuk kontribusi perguruan tinggi yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman empiris di bidang pangan.

“Universitas memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif ilmiah yang objektif dan konstruktif bagi penyempurnaan substansi RUU tentang Pangan. Masukan dari akademisi sangat penting agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizal menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada aspek produksi dan distribusi, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dunia pendidikan sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, kampus merupakan mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, berbagai gagasan dan inovasi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari edukasi, distribusi pangan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Sebagai bentuk nyata kolaborasi tersebut, BULOG mengembangkan program Campus Preneur yang menghubungkan BULOG, kampus, mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis pemberdayaan generasi muda.

Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan sebagai wirausahawan muda pangan melalui pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK) Muda, Mitra Pangan Muda, serta Penggerak Gerakan Pangan Murah (GPM) Muda. Mahasiswa dapat membuka dan mendampingi outlet RPK, menjadi fasilitator desa binaan, melakukan edukasi pangan, hingga mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Ahmad Rizal mengatakan, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman praktis yang selaras dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

“Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah,” katanya.

BULOG menilai semangat kolaborasi yang tercermin dalam program Campus Preneur dapat menjadi masukan strategis dalam pembahasan RUU tentang Pangan, khususnya terkait penguatan peran perguruan tinggi, generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat dalam sistem pangan nasional.(Abdul Alim)