SOLO, Jatengpress.com — Kepengurusan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah periode terbaru resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang digelar di Hotel Asia Solo, Sabtu (2/5/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum ATI Pusat, Ester Situmorang, yang sekaligus menegaskan arah baru pembinaan tinju profesional di daerah.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, tongkat kepemimpinan ATI Jawa Tengah dipercayakan kepada Asri Purwanti. Ia diharapkan mampu mengakselerasi kebangkitan olahraga tinju di wilayah tersebut, seiring tantangan stagnasi yang masih membayangi level nasional.
Ester menyoroti minimnya agenda pertandingan sebagai persoalan krusial yang berdampak langsung pada terhambatnya regenerasi atlet. Menurutnya, tanpa intensitas kompetisi yang memadai, proses pembinaan akan sulit menghasilkan petinju berkualitas.
“Kondisi saat ini menuntut keberanian untuk bergerak lebih progresif. Event harus diperbanyak, mulai dari tingkat pemula hingga perebutan gelar nasional,” ujarnya.
Sebagai strategi penguatan, ATI mendorong penerapan konsep sportainment guna menarik minat publik, khususnya generasi muda. Pendekatan ini dinilai mampu menghidupkan kembali atmosfer pertandingan sekaligus memperluas basis penonton.
Menanggapi hal tersebut, Asri menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan program kerja yang berorientasi pada pembinaan dan kompetisi. Dalam waktu dekat, pihaknya menyiapkan agenda kejuaraan berskala besar di Solo yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli mendatang.
“Kami ingin menciptakan ruang kompetisi yang berkelanjutan, termasuk event perebutan sabuk Gubernur dan Kapolda sebagai pemicu gairah atlet,” katanya.
Selain memperbanyak pertandingan, kepengurusan baru juga memprioritaskan penguatan jalur profesional bagi atlet yang telah melewati fase amatir. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesinambungan karier atlet di dunia tinju.
Di sisi lain, ATI Pusat turut memperkuat fondasi teknis melalui program peningkatan kapasitas perangkat pertandingan. Pelatihan wasit dan juri dengan standar internasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan kredibilitas setiap laga.
“Kami menargetkan perangkat pertandingan dari daerah mampu bersaing di level global. Standar internasional menjadi acuan utama,” tegas Ester.
Dengan potensi sumber daya atlet yang dimiliki Jawa Tengah, sinergi antara kepengurusan pusat dan daerah diyakini dapat mendorong lahirnya petinju-petinju berprestasi yang mampu bersaing di panggung dunia. (Abdul Alim)





